Kemenag Akan Kembangkan Madrasah Riset
Sabtu, 10 Okt 2020, 13:06 WIBJAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan mengembangkan madrasah berbasis riset. Madrasah riset akan mengimplementasi pembelajaran aktif Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
"Aktif STEM sendiri merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan disiplin science, technology, engineering, and mathematics. Keempat komponen ini dilaksanakan dalam proses pembelajaran," kata Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Kemenag, Ahmad Umar, di Jakarta, Jumat (9/10).
Umar mengatakan pengembangan madrasah riset ini merupakan kelanjutan dari program Madrasah Young Researcher Supercamp (Myres) yang sudah berlangsung sejak 2018. Untuk tahun pertama, pengembangan madrasah riset ini akan difokuskan pada penelitian bidang sains.
"Madrasah asal dari para peserta terbaik ini akan dijadikan sebagai pilot project pendampingan dalam kerja sama ini," jelasnya.
Program Kolaborasi
Lebih jauh Umar menjelaskan inovasi ini dilakukan bekerja sama dengan Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Nano Center Indonesia.
Umar menjelaskan, ruang lingkup perjanjian kerja sama tiga pihak ini meliputi peningkatan dan pengembangan program madrasah berbasis riset, peningkatan dan pengembangan inovasi siswa madrasah.
Selain itu, kata dia, program ini juga mencakup peningkatan dan pengembangan produk pembelajaran sains bagi siswa madrasah. Termasuk juga dalam lingkup sinergi ini, pengembangan program pendampingan persiapan melanjutkan pendidikan di luar negeri bagi siswa madrasah.
Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Nurul Taufiqu Rochman sangat mengapresiasi langkah kongkrit dalam peningkatan riset di madrasah. Menurutnya, sinergi ini merupakan kali pertama yang dilakukan dengan Kementerian Agama. ν ruf/N-3
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Muhamad Ma'rup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.