Rekayasa Jaringan Uterus untuk Atasi Problem Kesuburan
Kamis, 02 Jul 2020, 13:10 WIBAnak merupakan buah hati bagi orang tua sekaligus penerus generasi. Sayangnya, banyak keluarga mengalami kelainan pada rahim mereka, sehingga sulit hamil. Salah satu masalah kesuburan terjadi pada rahim (uterus) yang tidak normal.
Contoh Rahim yang tidak normal adalah septate uterus, yaitu kelainan pada rongga rahim, di mana uterus terbagi oleh dinding otot atau jaringan ikat. Gangguan ini dapat menyebabkan keguguran berulang atau tidak dapat hamil.
Kelainan pada rahim lainnya adalah rahim retro. Rahim normal berada di tengah rongga panggul dan bagian teratas rahim mengarah ke depan (anterofleksi/menekuk ke depan), Rahim retro menengadah ke belakang atau retrofleksi.
Kasus rahim retrofleksi ini cukup banyak. Diperkirakan sekitar 20-30 persen perempuan yang mengalami kondisi rahim seperti ini. Masalah Rahim retrok biasanya diketahui melalui pemeriksaan mendalam oleh dokter.
Sebuah penelitian di Amerika Serikat telah membuka harapan baru pasangan untuk memiliki anak. Riset yang dilakukan Wake Forest Institute for Regenerative Medicine (WFIRM), North Carolina, AS menunjukkan, rahim yang direkayasa secara biologis (bioengineered uteri) mendukung kesuburan, perkembangan janin, dan kelahiran hidup dengan keturunan normal.
Dalam penelitian yang diterbitkan pada jurnal Nature Biotechnology, para ilmuwan dapat menunjukkan bahwa uterus yang direkayasa secara biologis pada hewan percobaan dapat mengembangkan struktur mirip jaringan asli yang diperlukan untuk mendukung fungsi reproduksi normal. "Studi ini menunjukkan bahwa jaringan rahim yang direkayasa mampu mendukung kehamilan normal. Perkembangan janin normal, dengan ukuran dan berat bayi yang sebanding dengan rahim normal," kata Peneliti Utama Studi dan Direktur WFIRM Anthony Atala, MD seperti dilansir Science Daily.
Lembaga ini menggunakan rekayasa jaringan fungsional menggunakan sel pasien sendiri. Sel ini kemudian disemaikan di perancah biodegradable. Hasilnya, dari studi prakilinis menunjukkan secara efektif sukses diterapkan pada pasien guna mengembalikan fungsi dalam tubular dan organ berongga nontubular. Pendekatan melalui rekayasa uterus diharapkan dapat memberikan solusi pengobatan regeneratif bagi infertilitas wanita yang mengalami disfungsi uterus, dan memberikan mereka kesempatan untuk memiliki anak.
Atala menuturkan, teknologi pengobatan dan rekayasa jaringan regeneratif telah muncul sebagai pilihan menarik untuk mengatasi kekurangan organ donor dan pembatasan transplantasi dari donor. Para ilmuwan menggunakan strategi bioteknologi yang sama untuk merekayasa rahim. Organ yang lebih kompleks dengan persyaratan fungsional lebih tinggi yang melibatkan dukungan implantasi embrio dan perkembangan janin.
Atala mengungkapkan, selama ini, WFIRM adalah pemimpin dunia di bidang kedokteran regeneratif. Sejumlah prinsip dasar rekayasa jaringan dan kedokteran regeneratif pertama kali dikembangkan di institute tersebut.
Lembaga ini memanfaatkan rekayasa jaringan fungsional menggunakan sel pasien sendiri. Sel ini kemudian ditanam perancah biodegradable. Hasilnya, secara efektif dieksplorasi dalam studi praklinis dan diterapkan dengan sukses pada pasien untuk mengembalikan fungsi dalam tubular dan organ berongga nontubular. Hay/G-1*
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.