Kemristek Perkuat Riset RI dan Belanda

Senin, 04 Nov 2019, 01:00 WIB

JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan memperkuat kolaborasi riset antara Indonesia dan Belanda mulai tahun 2020.

"Juni tahun depan, ada semacam kolaborasi antara institusi Belanda dan Indonesia yang fokus pada riset. Kami ingin mendorong adanya kolaborasi riset antara Indonesia dan Belanda," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ket. Foto: Bambang PS Brodjonegoro — Sumber: istimewa

Bambang mengatakan kerja sama riset antara kedua negara telah berlangsung hampir dua dasawarsa. Kerja sama kembali diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Indonesia dan Belanda di bidang Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan pada tanggal 22 April 2016, di Den Haag.

Terdapat lima belas bidang kerja sama yang disepakati, di antaranya bidang pangan pertanian, energi, pengelolaan air dan sanitasi, transportasi, logistik dan infrastruktur, serta maritim.

Libatkan Kampus

Bambang menuturkan kolaborasi riset antarkedua negara akan melibatkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang ingin terlibat dalam kolaborasi itu.

Pemerintah Indonesia mendorong mahasiswa dan peneliti untuk memperkuat riset dan inovasi guna melahirkan wirausaha pemula atau start-up sebagai bagian dari upaya menciptakan kewirausahaan.

"Start-up berbasis teknologi dan informasi atau yang disebut technoprenuer harus banyak diciptakan di Indonesia, mengingat kuatnya persaingan di pentas global. Kenapa ini penting, karena ke depan profesi yang sifatnya rutin atau mekanistik akan digantikan oleh mesin atau komputer. Maka kita harus memiliki sesuatu yang berbeda, yakni kreativitas dan insting atau naluri," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga meminta kepada mahasiswa untuk mengambil pelajaran dari tutupnya Yahoo Groups. Dia menyebut tutupnya Yahoo Groups menjadi bukti ketatnya persaingan di dunia teknologi digital saat ini. Seperti diketahui, Yahoo merupakan laman email paling populer sejak tahun 90-an.

"Bayangkan, salah satu bisnis tren di era 90-an dan sekaligus pioner email dan mesin pencari, tutup. Ini babak baru kompetisi, kalian harus siap jika tidak ingin kehilangan pekerjaan," tuturnya.

Oleh karena itu, agar mampu bersaing di kompetisi global dan pasar kerja, mahasiswa perlu membekali diri dengan pengetahuan lebih maju, serta teknologi yang lebih canggih.

Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan cepat dan meningkatkan kemampuan dalam merespons cepatnya perkembangan teknologi yang begitu cepat. ruf/E-3

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.