Kesadaran Literasi Perlu Terus Ditingkatkan

Jumat, 27 Sep 2019, 01:00 WIB

Judul : Literasi
Penulis : Djoko Saryono
Penerbit : Pelangi Sastra
Cetakan : April, 2019
Tebal : XVI+92
ISBN : 978-602-54101-3-0

Belakangan istilah literasi kian melejit. Demikian pula program dan kegiatan literasi makin merambah masyarakat dan pemerintahan. Aktivitas ini meluas karena kesadaran sangat fundamental dan strategis bagi kemajuan dan masa depan bangsa. Kemajuan bangsa juga ditentukan tradisi dan budaya literasi. Berbagai kalangan terus menyebarluaskan kegiatan dan budaya literasi.

Ket. Foto: — Sumber:

Buku ini berupa risalah literasi sebagai episentrum kemajuan kebudayaan dan peradaban dunia, termasuk Indonesia. Di tengah-tengah konfigurasi kebudayaan dan peradaban lain, bangsa Indonesia sedang terayun-ayun diantara rentangan (kontinum) zaman kelisanan, naskah, literasi, dan kelisanan sekunder secara serempak (simultan).

Era digital kini bila tidak memiliki tradisi literasi kuat, sulit punya tradisi intelektual. Sekarang berbagai gugus (nebula) kebudayaan dan peradaban yang bertumpu pada kelisanan primer atau naskah makin sulit berkembang. Dia tidak sanggup merespons perubahan. Dia akan tertinggal dari kebudayaan yang bertumpu pada literasi atau kelisanan sekunder.

Pembaca dapat menyaksikan kemajuan mengagumkan kebudayaan dan peradaban Jepang, Korea, Tiongkok atau India berkat literasi yang dialasi tradisi baca tulis baik. Literasi merupakan kunci bagi kotak alat (toolbox) berisi pemberdayaan, kehidupan lebih baik, keluarga sehat, dan peran serta kehidupan demokrasi. Literasi berfungsi sangat mendasar bagi kehidupan modern. Hal tersebut memungkinkan semua memperoleh akses informasi apa pun. Dengan kata lain, literasi menjadi langkah pertama sangat berarti untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Dewasa ini taksonomi atau kategorisasi literasi juga terus berkembang, termasuk hakikat, konsep, dan modelnya. Menurut Programme for International Student Assessment ada literasi ilmiah (ilmu pengetahuan), matematis, dan membaca. UNESCO menambahkan literasi informasi dan media. Seiring proses digitalisasi, berkembang pula istilah literasi digital. Kelak, bukan tidak mungkin kategori ini terus berkembang.

Akar taksonomi literasi adalah kemampuan berpikir kritis-kreatif ditopang membaca dan menulis. Maka, tradisi baca-tulis harus secara serempak dibentuk, diperkuat, dan dipelihara sebaik-baiknya dalam tiap individu. Ikhtiar ini dapat diwujudkan melalui pendidikan, pengajaran, pembelajaran, pemasyarakatan, penerbitan, dan pendampingan.

Khusus dalam dunia pendidikan atau pengajaran pada umumnya, tradisi baca-tulis dapat berkembang pesat karena kesukaan, kegemaran, dan kebiasaan. Perpustakaan sekolah pun menyediakan bacaan-bacaan yang diperlukan subjek didik, sehingga kegemaran membaca dan menulis terpupuk dengan baik. Pendidikan menjadi instrumen efektif untuk membentuk dan memantapkan tradisi baca-tulis secara berkelanjutan.

Sayang, sekarang penguatan dan pemantapan tradisi baca-tulis tidak berjalan mulus. Ada kemandekan atau malah kemunduran (involusi) yang mengakibatkan secara tidak langsung juga involusi berpikir kritis-kreatif. Maka, kemerosotan mutu literasi kian terasa. Involusi tradisi baca-tulis menjauhkan masyarakat dari literasi. Yang terjadi malah kembali pada tradisi lisan.

Penyebab involusi tradisi baca-tulis antara lain berkembangnya pragmatisme dan liberalisme dalam penyelenggaraan atau pengelolaan negara dengan kebijakan yang tidak strategis. Kemudian, berkembangnya teknologi komunikasi terutama internet dan jejaring sosial yang massif. Sayang, hal ini tidak diikuti transformasi budaya dengan baik.Diresensi Santi Pratiwi Tri, Universitas Negeri Semarang

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Festival Egrang Jember Bukan Sekadar Permainan, Menteri PPPA Ungkap Pesan Penting soal Ruang Aman Anak

Merespons Keluhan Wisatawan, Pemkab Sukabumi Terapkan Program Parkir "Someah" di Kawasan Wisata

Manajer Chelsea Alonso Sebut Marco Palestra Cepat Beradaptasi Jadi Pemain Serbaguna

Pelatih Ruben Amorim Sebut Permainan AC Milan Sedang Dalam Perubahan Total

Cegah Jatuh Korban, Agen Travel Diminta Prioritaskan Keselamatan Wisatawan yang Gunakan Transportasi Laut

Judi Online Rp2,5 Triliun Mengalir di Jabar, Dedi Mulyadi Dorong LPM Perkuat Ekonomi Desa

Meningkat Signifikan, BEI Catat Investor Saham Tumbuh 16,83 Persen Capai 10,05 Juta SID

Gawat Kobaran Api Terus Menjalar, Karhutla di Gunung Bromo Semakin Meluas Akibat Angin Kencang

Perkuat Riset, Universitas Katolik Fajar Timur Papua Diharapkan Jadi Pusat Pengembangan Inovasi

Terus Semangat, Pelatih Timnas John Herdman Janji Benahi Skuad Garuda Seusai Piala AFF

Aksi Keji Disertai Asusila, Polisi Ungkap Motif Lima Tersangka Penyekapan Karyawan di Tangerang

Bromo Ditutup Total: Kebakaran Meluas, Seluruh Akses Wisata Resmi Dihentikan

Wisatawan Diminta Berhati-hati, Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Empat Kali

Mengagetkan, Kenapa Empat Produsen Mobil Ini Tarik 512.000 Lebih Kendaraan di Korea Selatan

Perkuat Kemandirian Pangan, Distan Lebak Ajak Warga untuk Manfaatkan Lahan Tidur

Dedi Mulyadi Bikin Aturan Baru, Knalpot Brong Diganti Gratis di Pos Polisi bagi Pengendara Kurang Mampu

Gaet Wisatawan Mancanegara, Festival Budaya Lembah Baliem Jadi Ajang Promosi Budaya Papua Pegunungan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.