Hitungan Mundur Piala Dunia Qatar
Rabu, 21 Nov 2018, 01:00 WIBDOHA - Rabu, 21 November 2018, tepat dimulai empat tahun perhitungan mundur menuju Piala Dunia di Qatar, yang bisa menjadi salah satu instrumen meredakan ketegangan di kawasan sekaligus turnamen pertama dengan 48 negara jika Presiden FIFA Gianni Infantino menyetujui.
Petinggi badan sepakbola dunia itu mendesak pada beberapa pekan terakhir untuk memperbanyak jumlah negara yang turun di Piala Dunia 2022, dari 32 tim seperti di Russia, menjadi 48, walaupun rencana penambahan tim partisipan itu akan digolkan ketika Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.
"Kami sedang mempertimbangkannya. Jika itu mungkin, kenapa tidak?" kata Infantino bulan lalu. "Kami sedang membahasnya dengan rekan-rekan dari Qatar, kami sedang membahas juga dengan rekan-rekan lain di kawasan dan berharap ini bisa terwujud".
Sementara Qatar belum merespons wacana itu, tapi akhir-akhir ini terdengar berhati-hati terhadap kapasitas negara itu untuk menjadi tuan rumah bagi tim yang melebihi 32 jumlahnya.
Jika terjadi penambahan jumlah peserta, itu berarti Qatar bisa saja berbagi dengan negara-negara tetangganya untuk menjadi tuan rumah, tapi negara itu sedang mengalami blokade ekonomi dari empat negara tetangganya.
Pada pertengahan 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik, perdagangan dan transportasi dengan Doha dengan menuduh Qatar mendukung tindakan terorisme dan Iran. Qatar pun membantah tuduhan itu.
Sang Presiden FIFA pun menyambut baik jika ada negara tetangga di kawasan yang mau berbagi menggelar pertandingan bersama Qatar.
Infantino mengatakan bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk memecah kebuntuan jika segala cara telah gagal.' "Sepak bola menyatukan, membangun jembatan yang bisa menjadi hasil konkret," kata Infantino. Ant/S-1
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.