Tunggakan BPJS Kesehatan Tak Ganggu Pelayanan

Jumat, 21 Sep 2018, 01:01 WIB

Pemprov DKI memastikan bahwa pelayaan rumah sakit tidak bermasalah, meski ada tunggakan BPS

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

JAKARTA - Tunggakan BPJS kesehatan atas beberapa tagihan rumah sakit umum di DKI Jakarta tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berharap kemelut yang menimpa BPJS Kesehatan bisa diselesaikan sesegera mungkin.

"Mudah-mudahan nggak (mengganggu operasional RSUD). Saya berharap sekali, solusi likuidatas yang dialami oleh BPJS ini bisa segera diselesaikan. Jadi bukan hanya di Jakarta, tapi juga di seluruh Indonesia," kata Anies di Jakarta, Kamis (20/9).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menjembatani pendanaan (bridging fund) untuk kebutuhan biaya RSUD. Pihak rumah sakit dipersilakan mengajukan pinjaman dana ke Bank DKI sesuai besar tagihan ke BPJS Kesehatan. Nantinya, setelah dana dari BPJS Kesehatan cair, pihak rumah sakit harus langsung membayarkan pinjaman tersebut.

"Jakarta sudah ada langkahnya dengan bridging fund. Bridging terminologi finansial untuk mengisi kekosongan. Tapi di banyak tempat, ada kesulitan. Mudah-mudahan dengan solusi kemarin dari pemerinrah untuk pendekatan cukai, mudah-mudahan punya dampak warga," tegasnya.

Sebelumnya, pihaknya sempat dibuat kerepotan dengan tertunggaknya tagihan RSUD di Jakarta oleh BPJS Kesehatan. Namun, pihaknya merasa lega ada kebijakan pemerintah pusat yang akan menyuntikkan cukai rokok untuk mengatasi defisit dana BPJS Kesehatan tersebut.

Suara YLKI

Terkait dengan cukai rokok, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menganggap suntikan pajak rokok daerah/cukai rokok untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan adalah tindakan menyesatkan. Pasalnya, salah satu jenis penyakit yang dominan diderita pesien BPJS adalah penyakit yang disebabkan oleh konsumsi rokok.

"Oleh karena itu, agar kebijakan menyuntik BPJS dengan cukai rokok tidak menjadi kebijakan yang menyesatkan bahkan kontra produktif," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi.

Dia berharap, pemerintah bisa menghentikan upaya menaikkan produksi rokok, khususnya dari industri rokok berskala besar. Pada 2018, produksi rokok nasional diperkirakan mencapai 321,9 miliar batang. Produk sebanyak itu akan masuk ke mulut konsumen Indonesia, dan jadi penyakit.

"Pemerintah harus berani melakukan moratorium produksi rokok, bahkan menurunkannya. Sebab manakala produksi rokok naik, itu sama artinya dengan lonceng kematian kesehatan masyarakat dan lonceng kematian bagian finansial BPJS. Dengan kata lain, pemerintah harus berani menurunkan produksi rokok jika ingin menyelamatkan BPJS Kesehatan," katanya.

Menurutnya, Defisit BPJS Kesehatan terus meninggi. Hingga akhir 2018, defisit BPJS Kesehatan diperkirakan mencapai 16,5 triliun rupiah. Hal ini berdampak pada gagal bayar ya BPJS Kesehatan pada sejumlah rumah sakit. Ini menjadi fenomena yang membahayakan keselamatan pasien.

"Sebab gegara BPJS gagal bayar pada rumah sakit, akibatnya rumah sakit mengurangi kualitas pelayanannya kepada pasiennya. Misalnya, mengurangi jumlah obat, yang seharusnya untuk satu bulan, menjadi dua minggu saja. Itu yang kelihatan, belum lagi yang tidak kelihatan, boleh jadi pihak rumah sakit mengurangi tindakan medis lain, seperti injeksi, kualitas obat/antibiotik, rontgen, dan lainnya," tegasnya.
Namun, suntikan cukai rokok untuk BPJS Kesehatan tidak bisa dilakukan secara serampangan.

pin/P-5

Redaktur: M Husen Hamidy

Penulis: Peri Irawan

Berita Terbaru

PT Telkom Indonesia Nyatakan Konektivitas Digital Pascagempa NTT Sudah Pulih 100 Persen

Hingga Agustus, Samsat Palu Catat Realisasi PKB Rp50,72 Miliar

Mentan Andi Amran Sulaiman Copot 14 Pejabat Kementan, Diduga Terlibat Penyimpangan Uang Miliaran

3,6 Ton Daging Tanpa Dokumen Digagalkan di Pelabuhan Merak, Langsung Dimusnahkan.

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Pemkab Lombok Tengah Bentuk Satgas Pengawasan Akomodasi.

Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Matraman Jakarta Timur Terbakar

Ekspor Perikanan Batam ke Singapura Capai 3.678 Ton, Nilainya Rp125 Miliar.

Mataram Siapkan 60.000 Benih Ikan Nila, Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat.

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Sumedang Rasakan Biaya Produksi Lebih Ringan.

Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 Menjadi Rp2,645 Juta/Gr pada Rabu (19/8)

TelkomGroup Pulihkan 100 Persen Layanan Telekomunikasi Pascagempa NTT

Menaker: Jaminan Sosial Harus Jadi Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja.

PT Pertamina Patra Niaga Bantu 35.000 Lt Air Bersih untuk Warga Maumere

Pameran SBY Art Community 2026 Jadi Jembatan Seni Jakarta dan Berlin

Ekspor TPT Semester I 2026 Capai USD4,85 Miliar, Serap 3,8 Juta Pekerja

Panglima TNI Terima 76 Paskibraka 2026, Perkuat Semangat Generasi Muda.

Kualitas Udara di Banjarbaru Sangat Tidak Sehat, BMKG Minta Warga Waspada

Tindak Lanjut Gempa Flores, PU Percepat Pendataan RS, Kantor, dan Sarana Air Bersih

TNI Kerahkan 1.265 Personel dan Salurkan 188 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.