Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Suarakan Kekhawatiran atas Meningkatnya Krisis Kesehatan di Tepi Barat

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 10:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Suarakan Kekhawatiran atas Meningkatnya Krisis Kesehatan di Tepi Barat Doc: map.org.uk
Ket. Klinik keliling yang didukung Bantuan Medis untuk Palestina (MAP) menyediakan layanan kesehatan dasar yang penting bagi komunitas marginal di Tepi Barat bagian selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat mengecam meningkatnya krisis kesehatan di Tepi Barat yang diduduki, di mana meningkatnya pembatasan, kekerasan dan serangan terhadap infrastruktur kesehatan semakin menghambat akses terhadap layanan kesehatan.

Dalam sebuah pernyataan, badan kesehatan PBB mengatakan mereka menyerukan "perlindungan segera dan aktif terhadap warga sipil dan layanan kesehatan di Tepi Barat".

Laporan tersebut mencatat bahwa peningkatan kekerasan di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem Timur, sejak perang di Gaza meletus pada tanggal 7 Oktober telah menyebabkan 521 warga Palestina tewas, termasuk 126 anak-anak pada tanggal 10 Juni.

Para pejabat Palestina menyebutkan jumlah korban tewas di Tepi Barat bahkan lebih tinggi lagi, dengan mengatakan setidaknya 545 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel atau pemukim sejak perang Gaza pecah.

Selain kematian, lebih dari 5.200 orang - 800 di antaranya anak-anak - terluka, kata WHO, seraya menekankan bahwa hal ini hanya menambah "beban trauma dan perawatan darurat di fasilitas kesehatan yang sudah kewalahan".

Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak tahun 1967, telah mengalami lonjakan kekerasan selama lebih dari setahun, terutama sejak perang Israel-Hamas di Gaza meletus lebih dari delapan bulan lalu.

Perang tersebut dimulai setelah serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mengakibatkan kematian 1.194 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

Para militan juga menyandera 251 orang. Dari jumlah tersebut, 116 orang masih berada di Gaza, meskipun tentara mengatakan 41 orang tewas.

Serangan balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 37.266 orang di Gaza, sebagian besar adalah warga sipil, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut.

Perang telah berulang kali menyebabkan fasilitas kesehatan di Jalur Gaza diserang.

Dan WHO mengatakan pada hari Jumat bahwa layanan kesehatan di Tepi Barat juga menghadapi peningkatan serangan.

Antara 7 Oktober dan 28 Mei, pihaknya mengatakan telah mendokumentasikan 480 serangan serupa di Tepi Barat, termasuk terhadap fasilitas kesehatan dan ambulans, serta penahanan petugas kesehatan dan pasien.

Serangan-serangan itu menyebabkan 16 orang tewas dan 95 orang terluka, katanya.

Pada saat yang sama, penutupan pos pemeriksaan, meningkatnya ketidakamanan, dan pengepungan serta penutupan seluruh komunitas membuat pergerakan di Tepi Barat semakin terbatas, sehingga membuat akses terhadap layanan kesehatan semakin sulit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

47 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.