Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Serukan Moratorium Pemberian Vaksin 'Booster'

📅 Kamis, 05 Agu 2021, 05:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Serukan Moratorium Pemberian Vaksin 'Booster' Doc: AFP/YASSER AL-ZAYYAT
Ket. Kunjungi Posko Vaksinasi l Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah) saat mengunjungi posko vaksinasi Covid-19 di Kuwait City, Kuwait, pada 28 Juli lalu. Dalam konferensi pers Rabu (4/8), Tedros menyerukan moratorium bagi pemberian suntikan booster vaksin Covid-19 mengingat masih adanya ketimpangan terkait distribusi dosis vaksin antara negara kaya dan negara miskin.

JENEWA - Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Rabu (4/8) menyerukan moratorium bagi pemberian suntikan booster vaksin Covid-19 hingga paling lama pada akhir September. WHO menganggap moratorium itu perlu diambil mengingat masih adanya ketimpangan yang amat curam terkait distribusi dosis vaksin antara negara kaya dan negara miskin.

"Moratorium bagi pemberian suntikan booster vaksin Covid-19 merupakan sebuah jalan bagi menjamin ketersediaan dosis vaksin di negara-negara dimana warganya hanya sebagian kecil saja yang telah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama," ucap Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Seruan Dirjen WHO bagi moratorium itu ditujukan pada negara-negara kaya yang saat ini paling terdepan mengalahkan negara-negara berkembang dalam angka vaksinasi. Tedros juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah terkait keefektifan pemberian suntikan booster vaksin Covid-19 bagi warga yang telah menerima dua dosis suntikan vaksin, bisa mencegah penyebaran virus korona.

Tercatat ada sejumlah negara yang telah bersiap bahkan telah memberikan suntikan booster bagi warganya antara lain Israel, Prancis, Jerman, dan banyak negara di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat dan Inggris bahkan telah mempertimbangkan untuk memberikan suntikan booster bagi warganya demi mengantisipasi munculnya varian Delta yang amat menular.

"Saya memahami keprihatinan semua pemerintah ingin melindungi rakyatnya dari varian Delta. Tetapi kami tidak bisa menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global untuk menggunakan lebih banyak lagi," ucap Tedros.

Solidaritas Global

Dalam pernyataannya, Tedros juga menyerukan sebuah solidaritas global bagi membantu memerangi pandemi virus korona dan mengimbau negara-negara kaya dan perusahaan untuk membantu.

"Kami membutuhkan kerja sama semua orang, terutama segelintir negara dan perusahaan yang mengendalikan pasokan vaksin global," kata Tedros, yang secara khusus mengimbau kepada negara-negara G-20 yang adalah negara-negara produsen terbesar, konsumen terbesar, dan donor terbesar vaksin Covid-19.

"G-20, yang saat ini diketuai oleh Italia, harus membuat komitmen konkret untuk mendukung target vaksinasi global. Kami menyerukan kepada semua orang yang berpengaruh untuk mendukung seruan kami untuk moratorium suntikan booster," pungkas Tedros. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Nasional
Jelang HUT ke-81 TNI, Pangl...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.