Nasional Mondial Ekonomi Daerah Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun

Foto : Koran Jakarta/Yolanda Permata Putri Syahtanjung

Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dan orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) selaku mantan Anggota Bawaslu ditemani penasihat hukumnya, saat mendengarkan sidang pembacaan tuntutan yang digelar secara daring, di Jakarta, Senin (3/8).

A   A   A   Pengaturan Font

Selain itu, terdakwa Wahyu turut dijatuhi jaksa pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih selama empat tahun. Justice collaborator (JC) yang diajukan Wahyu ditolak jaksa karena terdakwa Wahyu dianggap jaksa sebagai pelaku utama dan tidak terlalu kooperatif dalam kasus yang menjeratnya.

"Berdasarkan uraian di atas, kami selaku penuntut umum menilai bahwa terdakwa I tidak layak untuk dapat ditetapkan sebagai JC karena yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan dalam SEMA Nomor 04 tahun 2011," kata jaksa.

Sebagaimana dakwaan primair, terdakwa Wahyu dan terdakwa Agustiani Tio secara bersama-sama, menerima suap sebesar 19 ribu dollar Singapura dan 38.350 dollar Singapura atau setara dengan 600 juta rupiah dari pihak swasta Saeful Bahri. Uang tersebut diyakini jaksa, agar terdakwa Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan PAW anggota DPR PDIP dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan 1 yakni Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

Kemudian, terkait dengan dakwaan kumulatif kedua, terdakwa Wahyu, diyakini jaksa menerima suap 500 juta rupiah dari Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Uang tersebut diberikan karena kekuasaan atau wewenang yang berhubungan pada jabatan terdakwa Wahyu atau menurut pemikiran Rosa ada hubungannya dengan jabatan Wahyu terkait proses seleksi calon anggota KPU Daerah Provinsi Papua Barat periode tahun 2020 - 2025. n ola/N-3


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Yolanda Permata Putri Syahtanjung

Komentar

Komentar
()

Top