Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Universitas Hong Kong Gunakan Dosen Kecerdasan Buatan untuk Ajar Mahasiswa

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Universitas Hong Kong Gunakan Dosen Kecerdasan Buatan untuk Ajar Mahasiswa Doc: AFP/Peter PARKS
Ket. Dosen “AI” | Para mahasiswa di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong mengenakan headset realitas virtual saat sedang mengikuti perkuliahan pada Kamis (9/5) lalu. Dengan headset ini para mahasiswa itu bisa menyaksikan sosok Albert Einstein yang dibuat oleh kecerdasan buatan berperan sebagai “dosen” untuk menjelaskan soal teori permainan pada perkuliahan mereka. 

Dengan menggunakanheadsetrealitas virtual, para mahasiswa di sebuah universitas di Hong Kong melakukan "perjalanan ke paviliun di atas awan" untuk menyaksikan sosok Albert Einstein yang dibuat oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjelaskan soal teori permainan pada perkuliahan mereka. Teori permainan adalah sebuah studi tentang model-model matematis untuk menggambarkan interaksi di antara para pemain yang rasional.

Para mahasiswa tersebut merupakan peserta dari mata kuliah di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong (HKUST) yang menguji penggunaan teknologi "dosen AI" seiring dengan revolusi kecerdasan buatan yang melanda kampus-kampus di seluruh dunia.

Ketersediaan alat secara massal sepertiChatGPTtelah memicu optimisme akan lompatan baru dalam produktivitas dan pengajaran, namun juga ketakutan akan kecurangan, plagiarisme, dan penggantian instruktur manusia.

Namun Profesor Pan Hui, pimpinan proyek AI di HKUST, tidak khawatir akan digantikan oleh teknologi ini dan percaya bahwa teknologi ini dapat membantu meringankan tugas pendidik terkait dengan apa yang ia gambarkan sebagai kekurangan guru pengajar secara global.

"Guru AI dapat menghadirkan keberagaman, menghadirkan aspek yang menarik, dan bahkan penyampaian cerita yang mendalam," kata Hui kepadaAFP.

Dalam mata kuliah "Media Sosial untuk Materi Kreatif" yang diajarkan Hui, instruktur yang dihasilkan oleh AI, mampu mengajar 30 mahasiswa pascasarjana tentang teknologi mendalam dan dampak platform digital.

Instruktur ini dihasilkan setelah slide presentasi dimasukkan ke dalam program. Tampilan, suara, dan gerak tubuhavatardapat disesuaikan, dan dapat ditampilkan di layar atauheadsetVR.

Hal ini juga dipadukan dengan pengajaran tatap muka oleh Hui, yang mengatakan bahwa sistem ini membebaskan dosen manusia dari bagian tugas mereka yang amat membosankan.

Bagi mahasiswa Lerry Yang, yang penelitian PhD-nya berfokus pada metaverse, keunggulan dosen AI adalah kemampuannya menyesuaikannya dengan preferensi individu dan meningkatkan pembelajaran.

"Jika guru AI membuat saya merasa lebih reseptif secara mental, atau jika guru itu merasa mudah didekati dan ramah, maka hal itu akan menghapus perasaan jarak antara saya dan dosen profesor," kata dia kepadaAFP.

Penggunaan "AI" Generatif

Para pendidik di seluruh dunia saat ini sedang bergulat dengan meningkatnya penggunaan AI generatif, mulai dari upaya mendeteksi plagiarisme hingga menetapkan batasan penggunaan alat-alat tersebut.

Meskipun pada awalnya ragu-ragu, sebagian besar universitas di Hong Kong pada tahun lalu mengizinkan mahasiswanya menggunakan AI untuk meraih gelar yang bervariasi dari satu program studi ke program studi lainnya.

Di HKUST, Hui mengujiavatardengan gender dan latar belakang etnis yang berbeda, termasuk kemiripan dengan tokoh akademis terkenal seperti Einstein dan ekonom John Nash.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.