Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Ukrida Dorong Mahasiswa Wujudkan Pemilu 2024 Damai

Foto : istimewa

Mahasiswa Ukrida dalam deklarasi Pemilu Asyik, Pemilu Bagi Semua, di Jakarta, Rabu (16/8).

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Wakil Rektor Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Denni Boy Saragih, mengatakan pihaknya mendorong mahasiswa mewujudkan Pemilu 2024 yang damai. Pihaknya melakukan pembinaan kesadaran akan peran dan partisipasi politik warga negara di kalangan mahasiswa.

"Ukrida sesuai dengan panggilan tugasnya di bidang pendidikan berupaya ikut menjaga moral bangsa tanpa ikut serta dalam politik praktis. Selain itu, dengan melaksanakan Pemilu yang damai akan mencerminkan karakter Bangsa Indonesia yang bermartabat," ujar Denni, dalam deklarasi Pemilu Asyik, Pemilu Bagi Semua, di Jakarta, Rabu (16/8).

Dia mendukung berbagai gagasan guna telaksananya Pemilu yang damai, tertib, dan bebas dari tekanan atau provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan bersifat tendensius. Pihaknya memotivasi mahasiswa untuk menggunakan hak politiknya, melakukan pemilihan secara cerdas, dan terlibat aktif untuk mewujudkan suasana demokrasi yang sehat dan partisipatif.

Denni menambahkan, pihaknya berkomitmen memberi pencerahan kepada masyarakat agar tetap memelihara suasana kondusif sebelum, saat berlangsung, dan setelah Pemilu. Dengan begitu, masyarakat bisa menerima hasilnya dengan sikap yang rasionil serta menjaga keutuhan bangsa.

"Ukrida mengupayakan kehidupan demokrasi yang sehat dan menjunjung tinggi martabat bangsa dan memelihara tatanan kehidupan sesuai dengan tujuan diselenggarakannya Pemilu," jelasnya.

Dia menerangkan, dalam Pemilu yang berlangsung belakangan ini terjadi berbagai peristiwa karena semakin masifnya informasi yang beredar, benar ataupun hoaks, terutama melalui media sosial. Muatan atau konten kebencian, menghasut, mendiskreditkan calon tertentu, belum lagi bujukan untuk tidak memilih alias golput seolah sudah menjadi konsumsi sehari-hari. "Kesemuanya ini sangat perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan dampak yang mengarah pada perpecahan," katanya.

Denni mengungkapkan, pihaknya bersama lembaga serta komunitas keagamaan, kepercayaan, pendidikan, dan masyarakat sipil mendeklarasikan Pemilu Asyik, Pemilu Bagi Semua. Deklarasi yang diinisiasi oleh Gerakan Kebangsaan Indonesia (GKI) tersebut mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk menyambut Pemilu 2024 sebagai Pesta Demokrasi dengan semangat dan penuh kegembiraan.

Selain itu, berpartisipasi aktif mendukung KPU dan Bawaslu mewujudkan Pemilu 2024 menjadi Pemilu yang asyik, damai dan berkualitas secara Langsung Umum Bebas dan Rahasia (LUBER), serta Jujur dan Adil (JURDIL); dan menolak politik uang, berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, dan politik identitas yang tidak sesuai dengan semangat kebangsaan.

"Selain itu, gerakan ini juga mendorong semua pihak berwenang untuk mendukung setiap warga negara agar dapat menggunakan hak pilihnya tanpa halangan, tanpa melihat agama, kepercayaan, suku, warna kulit, dan pilihan politiknya," tandasnya.

Ketua Umum Gereja Kristen Indonesia Sinode Wilayah Jawa Barat, Sheph Davidy Jonazh, mengatakan Ukrida selain ikut mendeklarasikan Pemilu Damai juga perlu terus mengedukasi masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu secara cerdas dan berintegritas. Menurutnya, sebagai institusi pendidikan yang aktif terlibat menyerukan Pemilu Damai, juga bukan merupakan euphoria kebangsaan tetapi merupakan pertanggungjawaban iman kepada Tuhan.


Redaktur : Sriyono
Penulis : Muhamad Ma'rup

Komentar

Komentar
()

Top