Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TN Meru Betiri pasang 32 kamera trap untuk pantau satwa langka

📅 Jumat, 20 Sep 2024, 16:00 WIB | Oleh:
TN Meru Betiri pasang 32 kamera trap untuk pantau satwa langka Doc: ANTARA/HO-TN Meru Betiri
Ket. Tangkapan layar seekor macan tutul terekam kamera trap pada tahun 2023 di kawasan TN Meru Betiri.

Jember, Jawa Timur - Taman Nasional Meru Betiri memasang sebanyak 32 kamera pengintai (kamera trap) untuk memantau keberadaan sejumlah satwa langka yang dilindungi yang berada di kawasan taman nasional tersebut, salah satunya macan tutul.

"Kami memiliki program inventarisasi dan verifikasi baik tumbuhan maupun satwa. Khusus untuk satwa, kami memasang kamera trap karena tidak semua satwa bisa diamati dengan mata telanjang," kata Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) TN Meru Betiri, Nur Kholiq di Jember, Jumat.



Menurutnya ada beberapa spesies satwa yang jarang muncul atau terlihat oleh petugas dan masyarakat yang masuk di kawasan hutan, sehingga pemasangan kamera trap bisa memotret satwa elusif (tidak suka menampakkan diri), bersifat kriptif seperti mamalia besar yang sulit diamati secara langsung, dan nocturnal yakni satwa yang keluar pada malam hari.

"Pemasangan kamera trap itu mulai dilakukan sejak 2017 hingga sekarang dengan zona kawasan yang bergantian agar nantinya seluruh kawasan bisa termonitor satwa yang berada di kawasan TN Meru Betiri," tuturnya.

Ia menjelaskan, pemasangan kamera trap sebanyak 32 unit di 32 lokasi dilakukan pada pekan ini dengan meliputi kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu di antaranya di Resort Bandealit dan Resort Wonoasri.

"Kamera trap tersebut dipasang di zona rimba dan zona inti, sehingga dharapkan kegiatan itu bisa menginventarisasi satwa yang berada di kawasan TN Meru Betiri, namun tidak menutup kemungkinan dapat memotret spesies satwa baru yang belum masuk database kami," katanya.



Nur Kholiq menjelaskan bahwa tercatat kurang lebih ada 40 spesies yang terekam dari pemasangan kamera trap sejak 2017 hingga 2023 dengan jenis satwa terbanyak ter-potret adalah burung, termasuk burung elang Jawa.

"Burung elang Jawa pernah ter-potret turun ke tanah dan macan tutul melintas hasil rekaman kamera trap sebelumnya, sehingga diharapkan pemasangan kamera trap tahun ini juga bisa memotret lebih banyak satwa dilindungi," ujarnya.

Pemasangan kamera trap di kawasan TN Meru Betiri tersebut biasanya dilakukan selama dua bulan untuk mendapatkan hasil maksimal dan pengaruh cuaca seperti musim hujan tidak berpengaruh signifikan terhadap kerja kamera trap dalam memotret satwa langka di kawasan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.