Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Kecam Pernyataan AS-Jepang Terkait LTS

📅 Selasa, 11 Feb 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Kecam Pernyataan AS-Jepang Terkait LTS Doc: GLOBAL TIMES
Ket. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun

BEIJING – Tiongkok pada Senin (10/2) mengatakan bahwa pernyataan bersama oleh Amerika Serikat (AS) dan Jepang yang mengutuk kegiatan provokatif di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan telah menyudutkan dan mencoreng nama baik Tiongkok.

Saat ini Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS, meskipun ada putusan internasional pada tahun 2016 yang menyimpulkan bahwa klaim itu tidak memiliki dasar hukum.

Presiden AS, Donald Trump, dan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, mengatakan pada Jumat (7/2) lalu bahwa mereka menentang klaim maritim yang melanggar hukum, militerisasi fitur reklamasi, dan aktivitas yang mengancam dan provokatif di LTS oleh Tiongkok setelah kedua pemimpin negara itu bertemu di Washington DC.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menanggapinya dengan mengatakan: "Konten pernyataan bersama AS-Jepang yang berkaitan dengan Tiongkok secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok, menyerang dan memfitnah Tiongkok, serta membesar-besarkan ketegangan regional".

“Tiongkok telah menyampaikan tanggapan serius kepada kedua negara,” ucap Guo dalam jumpa pers rutin.

Pertemuan hari Jumat adalah yang pertama antara Trump dan Ishiba, yang keduanya saling memuji dan memperkuat hubungan yang telah terjalin puluhan tahun di bidang keamanan dan perdagangan.

Jepang adalah salah satu sekutu terdekat AS di Asia, dengan sekitar 54.000 personel militer AS yang ditempatkan di negara tersebut.

Beijing dalam beberapa bulan terakhir telah menekan klaim teritorialnya di LTS yang tumpang tindih dengan Malaysia, Vietnam, Indonesia, Brunei, Filipina, dan Taiwan, dengan lebih keras.

Pemerintah Tiongkok bahkan telah mengerahkan kapal angkatan laut dan penjaga pantai dalam upaya untuk menghalangi Filipina dari terumbu karang dan pulau-pulau yang secara strategis penting di wilayah tersebut.

Filipina dan AS terikat oleh pakta pertahanan bersama, dan bentrokan baru-baru ini telah memicu kekhawatiran bahwa militer AS dapat terlibat dalam eskalasi.

Isu Taiwan

Pada Januari lalu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyuarakan kekhawatiran serius atas apa yang disebutnya tindakan "pemaksaan" Beijing di LTS dan Taiwan, selama panggilan telepon pertamanya dengan mitranya dari Tiongkok, Wang Yi.

Tiongkok mengklaim Taiwan yang demokratis dan memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya dan belum melepaskan penggunaan kekuatan untuk mengklaimnya.

Trump dan Ishiba mengatakan dalam pernyataan bersama mereka bahwa mereka mendukung partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional dan menentang segala upaya untuk secara sepihak mengubah status quo (di Selat Taiwan) dengan kekerasan atau paksaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

37 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.