Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sulit Ciptakan Lumbung Pangan kalau Belum Ada Keberpihakan ke Petani

📅 Sabtu, 16 Sep 2023, 00:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sulit Ciptakan Lumbung Pangan kalau Belum Ada Keberpihakan ke Petani Doc: ISTIMEWA
Ket. Sektor pertanian belum menguntungkan dan belum berpihak ke petani. Kebutuhan dalam negeri masih dipenuhi dari impor. Padahal, kebergantungan pada pangan impor bisa membuat krisis pangan lebih parah.

JAKARTA - Target pemerintah untuk menjadikan Indonesia salah satu lumbung pangan dunia sulit direalisasikan selama tidak ada komitmen kuat dari pemerintah menjadikan sektor pertanian menguntungkan bagi para petani. Para petani dan tenaga kerja akan berlomba-lomba masuk ke pertanian, kalau sektor tersebut sudah menjanjikan penghidupan yang layak.

Sektor pertanian belum menguntungkan dan belum berpihak ke petani. Kebutuhan dalam negeri masih dipenuhi dari impor. Padahal, kebergantungan pada pangan impor bisa membuat krisis pangan lebih parah.

Guru Besar Fakultas Pertanian dari Univeristas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dwijono Hadi Darwanto, yang dihubungi Koran Jakarta, Jumat (15/9), mengatakan RI sangat berpotensi menjadi lumbung pangan dunia karena memiliki luas lahan pertanian yang besar, iklim yang mendukung, air berlimpah, dan jumlah petani yang masih cukup. Potensi itu bisa terwujud, asalkan semua faktor itu didukung kuat pemerintah.

"Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan baku sawah di Indonesia pada 2019 tercatat 7,463 juta hektare. Dengan asumsi dalam setahun tiga kali panen maka diperkirakan luas lahan panen dalam setahun idealnya mencapai 21-22,5 juta hektare," kata Dwijono.

Dwijono berasumsi, jika setiap hektare bisa menghasilkan atau berproduksi 6 ton beras, setahun hasil panen beras dalam negeri seharusnya mencapai 126 juta ton beras. Sedangkan kebutuhan untuk konsumsi seluruh penduduk Indonesia dalam setahun hanya 32 juta ton atau hanya seperempat dari total panen.

Tak Dapat Dukungan

Namun karena tidak mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah, pada 2022 lalu menurut BPS, luas panen padi hanya sekitar 10,45 juta hektare sehingga Indonesia justru mengimpor beras dalam setahun sampai dua juta ton.

Dwijono pun membandingkan dengan Vietnam yang sampai akhir 1970-an masih menghadapi sisa-sisa perang, namun secara cepat memperbaiki aliran irigasi dari Sungai Mekong, dan hasilnya hari ini Vietnam menjadi salah satu negara eksportir beras.

"Untuk menjadi lumbung pangan dunia, Indonesia harus membuat dunia pertanian menarik bagi generasi muda. Pertanian harus menguntungkan. Maka yang pertama harus diperbaiki adalah jaringan irigasi yang 60 persen telah rusak. Saat musim kemarau seperti ini saatnya memperbaiki jaringan irigasi, jika ingin panen tahun depan lebih baik," kata Dwijono.

Pmerintah, jelasnya, memang telah membangun banyak bendungan dan embung, namun dengan jaringan irigasi yang ada saat ini maka sarana yang telah dibangun dengan uang sangat banyak tersebut tidak akan banyak artinya untuk petani. "Jika masalah irigasi selesai, baru pada tahap selanjutnya yaitu pupuk dan benih," jelas Dwijono.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, mengatakan penanganan krisis pangan seharusnya menjadi bagian dari manajemen bencana yang harus dimiliki pemerintah Indonesia. Sayangnya, hingga kini belum ada.

Indonesia, katanya, belum memiliki Disaster Risk Management (DRM) dan Business Continuity Planning (BCP). "DRM dan BCP semacam skenario apabila terjadi krisis pangan, apa yang harus dilakukan," tegas Eugenia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.