Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Kesejahteraan Masyarakat I Petani Justru Tidak Menikmati Kenaikan Harga Pangan

Sulit Atasi Kemiskinan jika Disparitas Pendapatan Masih Lebar

Foto : ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

KENAIKAN HARGA BERAS BERDAMPAK BESAR I Pedagang warteg menyiapkan nasi untuk calon pembeli di Jakarta, Kamis (22/2). Sejumlah pengusaha warteg mengatakan kenaikan harga beras yang menyentuh harga rata-rata 700.000 rupiah per karung, berdampak cukup besar terhadap keuntungan, sehingga harus mengurangi jumlah porsi nasi untuk pembeli, karena untuk menaikan harga penjualan akan berdampak berkurangnya calon pembeli.

A   A   A   Pengaturan Font

» Untuk mengatasi kesenjangan yang tinggi ini tidak bisa dengan program-program bansos. Penanganannya harus dari hulu.

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan perkembangan pelaksanaan program percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia masih menyisakan sekitar 2,5 persen dari target yang ditetapkan pada akhir tahun ini.

"Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan nasional pada 2023 mencapai 9,36 persen, sementara target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 berkisar 6,5 sampai 7,5 persen," kata Wapres Ma'ruf saat memimpin rapat tingkat menteri terkait perkembangan program percepatan penanggulangan kemiskinan di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (22/2).

Indonesia, kata Wapres, masih perlu mengejar ketertinggalan capaian target pengentasan kemiskinan di tahun ini sekitar 2,5 persen. Sebab itu, Wapres meminta masukan serta gambaran riil perencanaan melalui rapat tersebut mengingat sisa waktu tersisa tinggal 7 hingga delapan bulan lagi menuju tenggat capaian target.

"Jadi, waktunya tak panjang lagi," kata Wapres.

Pemerintah, kata Ma'ruf, perlu menghadirkan serangkaian kebijakan khusus melalui program di kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan dukungan nonpemerintah untuk mencapai 7,5 persen angka kemiskinan di 2024.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Vitto Budi
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top