Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sugiharso Safuan Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia

📅 Rabu, 22 Nov 2023, 23:24 WIB | Oleh:
Sugiharso Safuan Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia Doc: Istimewa
Ket. Guru Besar Tetap Universitas Indonesia, Sugiharso Safuan.

DEPOK - Universitas Indonesia pada Rabu (23/11) mengukuhkan Sugiharso Safuan, Dosen Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sebagai Guru Besar Tetap Universitas Indonesia. Pengukuhan ini dilaksanakan di Balai Sidang UI, Depok dan disiarkan secara virtual melalui kanal YouTube Universitas Indonesia dan UI Teve.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia melalui Surat Keputusan resmi menetapkan Sugiharso Safuan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Moneter dan Keuangan Internasional Universitas Indonesia, pada 1 Agustus 2023. Pada pengukuhannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjasa dalam kehidupan dan kariernya sehingga ia dapat memperoleh jabatan akademik tertingginya.

Upacara pengukuhan Sugiharso digelar bersamaan dengan Guru Besar Tetap UI lainnya, yakni Benedictus Raksaka Mahi (Departemen Ilmu Ekonomi) dan (Departemen Manajemen).

Sugiharso dalam orasi ilmiahnya memaparkan, "Kebijakan Moneter, Independensi Bank Sentral, dan Pengendalian Inflasi: Mainstream Monetary Theory Vs Modern Monetary Theory". Ia mengangkat topik ini karena selama kurang lebih seabad terakhir, perkembangan ilmu ekonomi telah memberikan kontribusi signifikan dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan, termasuk kebijakan moneter dan fiskal.

Dalam pidato pengukuhannya, Sugiharso mengulas kembali berbagai teori yang muncul saat krisis besar pada 1929. Saat itu, John Maynard Keynes meyakini krisis disebabkan oleh kurangnya permintaan agregat. Berbeda, Milton Friedman menganggap bahwa krisis besar disebabkan oleh kebijakan moneter yang salah.

Beranjak dari perbedaan pandangan mengenai pengendalian inflasi tersebut, Sugiharso pun membahas lebih dalam seputar Teori Moneter Arus Utama (Mainstream Monetary Theory atau MsTM) dan Teori Moneter Modern (Modern Monetary Theory atau MMT), mulai dari pendekatan, perbedaan, kritik, dan implikasinya terhadap pengendalian inflasi.

"MsMT memandang inflasi sebagai fenomena moneter akibat pasokan uang yang berlebihan relatif terhadap permintaan barang dan jasa. Teori ini didasarkan pada premis bahwa uang adalah faktor penting dalam perekonomian sehingga perubahan jumlah uang beredar dapat memengaruhi tingkat harga, output, dan lapangan kerja".

"Teori ini terbilang dominan dalam ekonomi makro selama beberapa dekade terakhir untuk menjelaskan berbagai fenomena ekonomi, seperti inflasi, resesi, dan pertumbuhan ekonomi," ungkap dia.

Namun, pada 2020 telah muncul teori ekonomi moneter baru, yakni MMT. Menarik untuk dianalisis karena kepopulerannya menarik perhatian para ekonom terkemuka dan beberapa pandangan sangat bertentangan pandangan yang telah dikemukakan dalam MsTM.

"MMT adalah teori ekonomi heterodoks yang menantang pandangan MsMT mengenai inflasi. MMT berpendapat bahwa inflasi disebabkan oleh faktor sisi penawaran, seperti inflasi dorongan biaya (cost-pushinflation), bukan faktor moneter. Selain itu, MMT memandang bank sentral tidak dibatasi oleh kebutuhan untuk menyeimbangkan anggaran mereka. Dengan begitu, bank sentral dapat menciptakan uang sesuai kebutuhan untuk membiayai pengeluaran pemerintah," ujarnya.

Sugiharso pun mengaitkannya dengan pentingnya independensi bank sentral karena memungkinkan untuk membuat keputusan yang sesuai dengan kepentingan terbaik ekonomi. Implikasinya, mampu menahan tekanan dan menaikan suku bunga. Meskipun demikian, mempertahankan independensi untuk mencapai target yang ditetapkan cukup sulit, terutama di negara yang didera krisis atau kurang stabilnya sistem politik dalam menghadapi sejumlah tantangan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan relevansi independensi bank sentral di negara yang tengah mencari pemimpin baru dan menuju Indonesia Emas 2045. "Menggapai cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 adalah tantangan, tetapi patut diperjuangkan. Perlu dicatat bahwa selain menekankan berinvestasi di bidang pendidikan, infrastruktur, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan, Indonesia dapat menciptakan masa depan lebih baik bagi semua warganya," tegasnya.

Salah satu elemen penting dalam jangka panjang yang erat kaitannya dengan independensi bank sentral, kata Sugiharso, adalah komitmen untuk stabilisasi harga (price stability). "Tingkat harga yang stabil akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja serta tingkat kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Menutup orasi, Sugiharso berpesan, masa depan perekonomian dunia ke depan tampaknya tidak sekadar ditandai oleh perkembangan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan pengangguran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

49 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.