Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Subsidi dan Kompensasi Energi Belum Efektif Turunkan Angka Kemiskinan

📅 Selasa, 13 Sep 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Subsidi dan Kompensasi Energi Belum Efektif Turunkan Angka Kemiskinan Doc: ANTARA/ MUHAMMAD HERIYANTO
Ket. KULIAH UMUM I Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (12/9).

JAKARTA - Anggaran subsidi dan kompensasi energi di tahun 2022 telah mencapai 502 triliun rupiah. Namun sayangnya, pemberian subsidi energi dan kompensasi tersebut belum efektif untuk menurunkan angka kemiskinan dan juga ketimpangan sosial di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Jakarta, Senin (12/9).

Bahkan, tambah Febrio, jumlah dana subsidi dan kompensasi energi ini sudah tiga kali mengalami perombakan akibat harga minyak mentah global yang terus meroket. Dengan kondisi minyak global yang tidak menentu, anggaran subsidi dan energi di tahun ini diperkirakan bisa mencapai di angka 650 triliun rupiah.

"Memang sayang sekali bahwa subsidi dan kompensasi ini justru belum sepenuhnya tepat sasaran dan cenderung kurang efektif menurunkan kemiskinan dan ketimpangan," ujar Febrio.

Misalnya saja untuk BBM jenis solar yang 89 persen dinikmati dunia usaha dan hanya 11 persen dinikmati kalangan rumah tangga. Namun, dari yang dinikmati rumah tangga itu ternyata 95 persen dinikmati rumah tangga mampu dan hanya 5 persen yang dinikmati rumah tangga miskin.

Bantuan Sosial

Secara terpisah, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu),Suahasil Nazara, mengatakan bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah sebagai pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dapat menurunkan tingkat kemiskinan.

Seperti dikutip dari Antara, Wamenkeu menjelaskan penyaluran bansos sebesar 24,17 triliun rupiah dapat meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok 40 persen ekonomi terbawah. Dengan itu, bansos akan bisa menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0,3 basis poin (bp) menjadi 9 persen.

"Karena kelompok yang 40 persen terendah, selain menanggung kenaikan harga BBM, jugadigerojokinuang baru 24,17 triliun rupiah maka estimasi kemiskinan akan turun. Jadi, diperkirakan nanti kemiskinan akan turun sekitar sekitar 0,3 bp, walaupun harga BBM naik," kata Wamenkeu Suahasil dalam kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) yang di pantau secara daring di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan meningkatnya daya beli masyarakat akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan itu, target pertumbuhan ekonomi tahun ini yang sebesar 5,1 hingga 5,4 persen secarayear on year (yoy)akan tercapai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...

Mengenal Pertanian Padi Gunung Suku Dayak Bahau

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Mengenal Pertanian Padi Gun...
Ekonomi
Bank Indonesia Pertahankan ...
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.