Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sri Mulyani Ungkap Ada Ancaman Mengerikan bagi RI, Ekonomi Bisa Menyusut Segini di 2030

📅 Jumat, 29 Jul 2022, 08:45 WIB | Oleh:
Sri Mulyani Ungkap Ada Ancaman Mengerikan bagi RI, Ekonomi Bisa Menyusut Segini di 2030 Doc: Kemenkeu.go.id
Ket. Menkeu Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Sehingga, perubahan iklim harus ditangani dengan baik, karena bisa menimbulkan berbagai kerugian termasuk sisi ekonomi.

"Jika semua tren ini (perubahan iklim) berlanjut tentu Indonesia akan kehilangan potensi ekonomi mencapai 0,66 hingga 3,45 persen produk domestik bruto (PDB) di 2030," kata Sri Mulyani dalam G20 Webinar Series, dikutip Kamis (28/7).

Sri Mulyani membeberkan, hal tersebut bisa terjadi lantaran Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. Ini membuat Indonesia sangat rentan terhadap perubahan iklim, salah satunya kenaikan air laut.

Saat ini, Indonesia tercatat mengalami kenaikan permukaan air laut 0,8 hingga 1,2 centimeter (Cm) per tahun. Ini tentu berimplikasi sangat serius bagi Tanah Air mengingat 65 persen populasi Indonesia tinggal di wilayah pesisir.

"Kedua, dari tahun 1981-2018, Indonesia mengalami kenaikan temperatur sebesar 0,03 derajat Celcius setiap tahunnya," tambah Sri Mulyani.

Selain itu, emisi gas rumah kaca juga telah meningkat 4,3 persen setiap tahun dari tahun 1981 hingga 2018.

"Tak hanya itu, risiko dari perubahan iklim ini pun perlu diwaspadai. Kelangkaan air bisa disebabkan oleh adanya banjir parah dan kekeringan, ekosistem tanah hancur karena kebakaran hutan yang juga parah. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya ekosistem, biodiversitas, dan perubahan dalam biomassa," ujar Sri Mulyani.

Tak hanya itu, ekosistem laut juga terancam, seperti kerusakan terumbu karang, rumput laut, mangrove, bakau, dan lain-lain. Selanjutnya, perubahan iklim juga mengurangi kualitas kesehatan serta menimbulkan krisis pangan.

"Kelangkaan pangan juga patut diwaspadai karena perubahan terhadap produksi bioma dan ekosistem bisa menimbulkan kelangkaan pangan bagi semua makhluk hidup," tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menekankan, perubahan iklim mampu meningkatkan risiko ancaman bencana hidrometeorologis. Hal tersebut saat ini turut berkontribusi terhadap 80 persen bencana alam yang terjadi di Tanah Air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tradisi Hekente di Wakatobi

11 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Tradisi Hekente di Wakatobi
Megapolitan
Gen Z Jakarta Harus Banyak ...
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Lanju...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.