
Sorakan Kasar Suporter kepada Asencio Rusak Kemenangan Real Madrid
SAN SEBASTIAN - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mengungkapkan bahwa bek Raul Asencio merasa “terpengaruh” oleh sorakan suporter yang bernada ancaman dalam laga melawan Real Sociedad di Copa del Rey, Kamis (27/2) dini hari WIB.
Foto: AFP/ANDER GILLENEASAN SEBASTIAN - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mengungkapkan bahwa bek Raul Asencio merasa “terpengaruh” oleh sorakan suporter yang bernada ancaman dalam laga melawan Real Sociedad di Copa del Rey, Kamis (27/2) dini hari WIB.
Pada laga ini Los Blancos mengamankan kemenangan 1-0 di leg pertama semifinal lewat gol Endrick, namun pertandingan sempat diwarnai insiden kontroversial. Pendukung tuan rumah meneriakkan “Asencio mati”. Wasit sempat menghentikan laga sejenak untuk meredakan situasi.
Sorakan serupa telah terdengar di berbagai stadion dalam beberapa pekan terakhir, tetapi ini adalah pertama kalinya pertandingan dihentikan karena insiden tersebut.
Asencio saat ini tengah diselidiki oleh pengadilan Spanyol atas dugaan keterlibatannya dalam penyebaran video yang menampilkan seorang anak di bawah umur, yang direkam oleh dua mantan pemain muda Real Madrid.
Laga dihentikan menjelang turun minum setelah Vinicius Junior melaporkan sorakan tersebut kepada wasit. “Vinicius berbicara kepada wasit, lalu wasit menghentikan pertandingan dan menerapkan protokol yang memang seharusnya dilakukan,” ujar Ancelotti.
Pelatih itu kemudian menarik Asencio di babak kedua dan menggantikannya dengan Lucas Vazquez. “Saya menggantinya karena dua alasan: pertama, dia jelas terpengaruh secara mental, dan kedua, dia sudah mendapat kartu kuning. Saya tidak ingin itu berdampak pada jalannya pertandingan,” jelas Ancelotti.
“Tidak ada yang ingin mendengar satu stadion meneriakkan agar dirinya mati. Tentu saja dia merasa terguncang. Dia tidak dalam kondisi baik, jadi saya pikir keputusan terbaik adalah menggantinya,” imbuh dia.
Penyerang Real Sociedad, Mikel Oyarzabal, turut mengomentari insiden tersebut. “Kita semua harus mengutuk penghinaan seperti ini. Ada cara lain untuk mengekspresikan ketidaksetujuan terhadap seseorang tanpa harus menggunakan cara seperti ini,” ujar dia.
Sementara itu, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang penggemar Real Sociedad tampak melakukan gestur monyet ke arah Vinicius Junior saat pertandingan dihentikan.
Di lapangan, tim juara Spanyol dan Eropa itu menunjukkan dominasi dan kini berada di posisi yang menguntungkan menjelang leg kedua pada tanggal 1 April di Santiago Bernabéu.
Endrick mencetak satu-satunya gol pada menit ke-19 dengan penyelesaian bagus menggunakan bagian luar kakinya setelah menerima umpan diagonal dari Jude Bellingham. Gol tersebut cukup untuk memastikan kemenangan bagi Madrid.
Ancelotti harus bermain tanpa Kylian Mbappé, yang absen karena masalah gigi, serta Fede Valverde dan Thibaut Courtois. Demi menjaga kebugaran pemainnya menjelang laga La Liga melawan Real Betis pada Sabtu (2/3) dan pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid pekan depan, Ancelotti harus melakukan rotasi. ben/AFP/I-1
Berita Trending
- 1 Milan dan Bologna Berebut Posisi Empat Besar
- 2 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 3 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"
- 4 Sinopsis Film Iblis Dalam Kandungan 2: Deception Tayang 27 Februari
- 5 Harga Cabai Makin Pedas Saja Jelang Ramadan, Pemerintah Harus Segera Intervensi Pasar Biar Masyarakat Tak Terbebani
Berita Terkini
-
Ocalan Serukan PKK untuk Menyerahkan Senjata dan Membubarkan Diri setelah Puluhan Tahun Melawan Turki
-
‘Anora’, ‘Conclave’, dan ‘Dune: Part Two’ Bakal Bersaing Ketat di Oscar
-
Grup musik Wijaya 80 Luncurkan EP ‘Perjumpaan’
-
Dunia Sepakati Rencana Pendanaan Alam dalam Pembicaraan Sengit di PBB
-
MA Tolak Kasasi Mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo, Hukuman Tetap 12 Tahun Penjara