Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Diidentifikasi oleh BI, Uang Rusak Milik Penjaga Sekolah di Solo Bisa Diganti Hampir Setengahnya

📅 Kamis, 15 Sep 2022, 16:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Diidentifikasi oleh BI, Uang Rusak Milik Penjaga Sekolah di Solo Bisa Diganti Hampir Setengahnya Doc: ANTARA/Aris Wasita
Ket. Kepala BI Kantor Perwakilan Surakarta Nugroho Joko Prastowo (mengenakan batik biru) menyerahkan uang pengganti kepada Samin di Kantor BI Solo, Kamis (15/9/2022).

SOLO - Bank Indonesia (BI) mengganti sebagian uang milik penjaga sekolah di Kota Solo yang rusak akibat dimakan rayap selama ditabung di dalam celengan.

"Selasa siang (13/9) kami lihat bentuk uang yang dimakan rayap. Kan itu diketahui pada Selasa pagi, kemudian jadi viral, agar lebih jelas hasilnya seperti apa kami sudah identifikasi sisa kertas uang yang dimakan rayap," kata Kepala BI Kantor Perwakilan Surakarta Nugroho Joko Prastowo di Solo, Kamis (15/9).

Ia mengatakan dari identifikasi sisa lembaran pada tahap pertama diperoleh Rp9.910.000 uang yang memenuhi syarat untuk ditukarkan ke BI.

"Selanjutnya, Rabu kemarin kami coba rekonstruksi kembali. Alhamdulilah bisa menghasilkan dan memenuhi syarat yakni 2/3 dari luasan uang sebanyak Rp10.310.000. Dengan demikian, total yang sah dapat penggantian sebanyak Rp20.220.000. Ini jumlah optimal yang bisa BI bantu," katanya.

Selebihnya, untuk potongan-potongan kecil, dikatakannya, tidak bisa lagi direkonstruksi. Terkait kejadian tersebut, ia berharap menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat agar menyimpan uang tabungan ke tempat yang lebih aman, yakni bank.

"Itu lebih aman, bisa digunakan untuk transaksi nontunai, dapat bunga atau bagi hasil. Bisa di celengan dulu tapi setiap bulan disetorkan (ke bank). Kalau ini kan dua tahun jadi terlambat teridentifikasi," katanya.

Terkait hal itu, pemilik uang rusak, Samin mengaku bersyukur karena sudah dibantu oleh BI untuk mengidentifikasi uangnya.

"Membantu menyusun serpihan uang saya, dan ini akhirnya bisa ditukar maksimal," katanya.

Pada kesempatan tersebut ia juga mengajak seluruh pihak agar lebih cinta, bangga, dan paham rupiah salah satunya dengan menjaganya lebih baik lagi.

"Jangan nabung di omplong. Ini hasil saya dua tahun menabung, ngojek anak-anak (siswa) dapat Rp5.000-10.000 langsung saya masukkan ke celengan," katanya.

Selain itu, uang tabungannya juga berasal dari hasil istrinya yang berjualan di kantin sekolah. Rencananya, uang tabungan tersebut akan digunakan untuk menunaikan ibadah haji bersama istri dan dua anaknya.

Uang di dalam celengan yang rusak akibat rayap diperkirakan sekitar Rp50 juta. Sedangkan uang yang disimpan dalam celengan lain sebesar Rp49,8 juta dalam kondisi aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Luar Negeri
Italia Kerahkan 500 Tentara...
Nasional
Rumah Dinas Bupati Klaten D...
Daerah
Kasus Penipuan Umrah Terbon...
Megapolitan
Posbankum Taman Sari Jadi B...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.