Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Sentimen Internal Minim

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pergerakan rupiah di akhir pekan diperkirakan masih dipengaruhi sentimen eksternal. Perhatian pelaku pasar masih tertuju pada perkembangan perekonomian Amerika Serikat (AS) yang menjadi pertimbangan bagi arah kebijakan moneter bank sentral setempat atau The Federal Reserve (The Fed).

Sebelumnya, spekulasi perubahan pendekatan moneter oleh The Fed kian menguat sehingga membuat dollar AS perkasa terhadap mata uang lain, termasuk rupiah. Spekulasi sedikit mereda setelah munculnya data pekerjaan yang belum sesuai ekspektasi.

Namun, pelaku pasar saat ini fokus pada data inflasi yang akan dirilis Jumat (11/6) dini hari WIB. Apabila inflasi AS naik sesuai ekspektasi, dollar AS berotensi menguat kembali terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.

Seperti diketahui, kurs rupiah terhadap dollar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (10/6) sore, ditutup menguat seiring pelaku pasar yang menantikan data inflasi AS. Rupiah ditutup menguat 7 poin atau 0,05 persen dari sehari sebelumnya menjadi 14.248 rupiah per dollar AS.

"Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat disamping investor yang mencermati rilis data Inflasi AS malam ini," tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, kemarin.

Sikap investor yang cenderung melihat arah kebijakan The Fed yang belum akan merubah kebijakan moneternya, membuat mata uang rupiah menguat. Data penambahan pekerja yang belum sesuai dengan ekspektasi membuat pelaku pasar percaya The Fed belum akan merubah kebijakannya dalam waktu dekat.

Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 90,205, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 90,120.



(Ant/E-10)
Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top