Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Seni Memasak dalam 'Cooking Class

📅 Rabu, 19 Sep 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seni Memasak dalam 'Cooking Class Doc: istimewa

Cooking class, telah menjadi bagian dari konsep wisata kuliner dan gaya hidup baru masyarakat Urban.

Memasak tak lagi sekadar kegiatan ibu rumah tangga semata. Kini kegiatan masak memasak telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Apalagi di perkotaan, mulai tren kelas memasak (cooking class) yang kian digrandungi semua kalangan.

Tren cooking class banyak digelar di hotel-hotel berbintang, resto, dan cafe. Bahkan tak hanya di kelas private tapi juga di tempat tempat terbuka yang mengundang banyak pengunjung. Kehadiran chef-chef ternama atau selebriti chef, juga menjadi salah satu daya tarik.

"Saya ingin tahu saja, bagaimana membuat menu barbeque yang enak ala hotel bintang seperti ini," ungkap Widya salah satu peserta acara cooking class di Jakarta.

Acara pelatihan memasak ini kerap diminati banyak peserta.

Tak hanya ibu-ibu, ada juga remaja putri, pria kantoran bahkan beberapa turis asing. Cooking class, telah menjadi bagian dari konsep wisata kuliner dan gaya hidup baru masyarakat Urban.

"Makanan adalah tempat semua hal baik dimulai, karena makanan enak dapat menciptakan energi dan suasana hati yang baik. Di situlah seni memasak yang sesungguhnya," tutur seorang chef.

Harus diakui, tren kelas memasak ini tidak lepas dari kehadiran selebriti-selebriti chef yang hadir dalam tayangan televisi. Bisa dikatakan televisi menjadi salah satu inspirasi tumbuhnya gaya hidup memasak.

Industri media menyebutnya wisata kuliner. Bahkan, informasi tentang masakan juga seringkali menjadi selingan di info berita. Kehadiran selebriti chef seperti Farah Quinn, Norman Ismail, Marinka, chef Juna dan lainnya, makin membuat program memasak menjadi acara yang mengasyikkan.

Memang, memasak menjadi sebuah gaya hidup yang tidak hanya dilakukan di dapur tetapi juga di berbagai tempat, seperti di hotel, sisi kolam renang, gunung, kebun atau pantai. Tren itu pun ditangkap menjadi peluang yang menjanjikan oleh para pelaku usaha yang kreatif.

Artinya, membuat kelas memasak (cooking class) menjadi peluang dan potensi yang menjanjikan. Beberapa komunitas menyelenggarakan acara ini. Biasanya kelas ini pun diperuntukkan bagi semua usia.

Di tempat kursus memasak, anak-anak dapat bermain sekaligus belajar membuat berbagai kreasi makanan. Di hotel berbintang, misalnya, kelas memasak jadi jualan baru untuk menarik pengunjung atau turis yang ingin menginap.

"Tren kelas memasak ini cukup bagus dan direspons cukup baik oleh masyarakat. Kami menyajikannya sebagai bagian dari promosi hotel dan wisata kuliner," ungkap Executive Assistant Manager Syariah Hotel Solo (SHS) Iskandar dalam rilisnya, beberapa waktu lalu.

Di hotelnya, SHS pernah menggelar cooking class untuk anak anak dan kalangan dewasa. "Ini juga untuk menjawab mulai banyaknya permintaan pasar," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.