Semoga Daerah Lain Bisa Meniru, UMKM di Malang Sudah Lebih Maju Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Berbisnis
📅 Senin, 06 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
MALANG - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Malang, Jawa Timur sudah lebih maju karena mampu memakai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), baik dalam proses pemasaran maupun pembuatan produk.
“Kami salut dan bangga bahwa UMKM di Kota Malang sudah banyak yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu usaha, mulai dari marketing, photoshop, membuat konten-konten, narasi, menggunakan kecerdasan artificial,” kata Menteri Meutya saat berkunjung ke Kampung Keramik Dinoyo, Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/1).
Seperti dikutip dari Antara, Meutya mengatakan Kota Malang merupakan salah satu kota yang memiliki indeks digitalisasi terbaik di Indonesia. Hal tersebut terbukti dari UMKM di kota yang dijuluki sebagai kota apel itu giat meningkatkan wawasan soal AI untuk menghadapi era digitalisasi yang terus berkembang.
Selain pemasaran, penggunaan AI oleh UMKM di Malang juga ditujukan untuk photoshop ataupun membuat narasi dan konten-konten di media sosial yang menarik.
Meutya menilai penggunaan teknologi dalam langkah yang positif itu dapat mendongkrak pendapatan serta memperluas pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan itu, Meutya turut menyatakan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital bakal mendorong pemanfaatan digitalisasi semakin optimal bagi UMKM melalui program pendampingan yang disebut “UMKM Level Up”.
“Kami akan menambah lagi jumlah dampingan yang dilakukan di Kota Malang sekaligus juga memberikan komitmen waktu enam bulan minimal sampai mereka terhubung dengan baik dengan marketplace,” ujar Meutya.
Internet Lebih Lancar
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap pada tahun ini konektivitas internet di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah timur dapat lebih lancar, berkualitas dan stabil.
“Kami mohon dukungannya bahwa kita masih perlu membangun di banyak daerah lainnya di Indonesia, terutama Indonesia Timur karena bahkan Pulau Jawa pun ini belum semuanya kita cover,” ucap dia.
Sebelumnya, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan bisa diterapkan oleh perusahaan, instansi, bahkan pemerintahan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat lebih luas semisal pemanfaatan big data dalam melahirkan kebijakan optimal untuk pengembangan UMKM.
“Misal pemanfaatan big data yang ada di small medium enterprise (SME). Ada 9 juta data UKM yang secara lengkap sudah disurvei oleh Kementerian Koperasi UKM. Ini bisa jadi salah satu perangkat data untuk generate kebijakan yang bisa digunakan untuk mengembangkan UMKM kita,” kata Huda.
Huda mengungkapkan AI memiliki peran besar untuk mendorong atau melakukan akselerasi pertumbuhan digitalisasi UMKM yang lebih cepat. Pemerintah atau pengambil kebijakan, bisa bekerja sama dengan perusahaan konsultan AI yang dapat membantu melakukan akselerasi pertumbuhan digitalisasi UMKM yang selama ini dinilai amat krusial.
Menurut Huda, meski memiliki kualitas produk yang bagus, UMKM kerap mendapatkan tantangan bila berhadapan dengan digitalisasi dan pemasaran. Hadirnya teknologi AI bisa membantu UMKM semisal untuk meningkatkan penjualan dan menempatkan iklan sesuai segmentasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!