Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rektor Universitar Brawijaya Berharap Mahasiswa Jalur SNBP Berprestasi di Kancah Internasional

📅 Senin, 03 Apr 2023, 18:59 WIB | Oleh:
Rektor Universitar Brawijaya Berharap Mahasiswa Jalur SNBP Berprestasi di Kancah Internasional Doc: istimewa
Ket. Rektor Universitas Brawijaya, Widodo

JAKARTA - Rektor Universitas Brawijaya (UB), Widodo, berharap para mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2023 di UB kelak dapat meraih prestasi di kancah internasional. Adapun UB menjadi universitas dengan pendaftar dan penerima peserta SNBP terbanyak dengan jumlah 5.38o mahasiswa dari 26.487 pendaftar.

"Yang diambil dari jalur undangan/prestasi ini kader-kader dari UB yang akan mampu berprestasi dan berkompetisi di kancah internasional," ujar Widodo kepada Koran Jakarta, Senin (3/4).

Dia mengapresiasi masyarakat Indonesia yang mempercayai UB dengan banyaknya pendaftar dalam SNBP 2023. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan-perbaikan kualitas pendidikan di UB.

Widodo menambahkan, dengan konsep penerimaan mahasiswa baru bisa mendorong UB lebih memperluas jangkauan wilayah dan karakter mahasiswa. Menurutnya, dengan jalur SNBP hampir banyak masyarakat pelosok yang mendaftar.

"Ini untuk menasionalisasikan atau melakukan greeting atau outreaching. Jadi teman-teman dari seluruh Indonesia bisa belajar di UB dan UB menjadi tempat belajar bagi siapa saja yang memang berprestasi dari pelosok negeri," tandasnya.

Sebagai informasi, SNBP merupakan satu dari tiga jalur masuk perguruan tinggi negeri. Adapun bobot penilaian SNBP minimal 50 persen untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran, dan maksimal 50 persen diambil dari nilai rapor dua mata pelajaran pendukung, serta prestasi akademik dan non akademik.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Imam Santoso, mengatakan, UB cukup memberikan kesempatan yang lebih besar bagi calon mahasiswa. Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah program studi yang banyak, yakni 83 program studi untuk jenjang S1 dan Diploma.

"Tentunya dengan kualifikasi, akreditasi, dan jaminan mutu yang baik. Selain itu kondisi kota Malang yang nyaman sebagai kota pelajar dengan berbagai fasilitas dan kemudahan akses, juga menjadi daya tarik tersendiri," jelasnya.

Program Studi dengan peminat terbanyak untuk Saintek yaitu Kedokteran (1.917 peminat), diikuti Teknik Informatika (1.281 peminat), Ilmu Keperawatan (1.201 peminat), Farmasi (1.188 peminat), dan Ilmu Gizi (966 peminat). Sedangkan untuk Soshum yakni Psikologi (1.592 peminat), Akuntansi (1.547 peminat), Manajemen (1.537 peminat), Ilmu Hukum (1.513 peminat), dan Ilmu Komunikasi (1.328 peminat).

Sementara itu program studi yang paling ketat untuk kelompok Saintek yakni Farmasi dengan keketatan 4%, diikuti Kedokteran (4%), Ilmu Keperawatan (5%), Ilmu Gizi (6%), dan Pendidikan Dokter Gigi (6%). Keketatan pada kelompok Soshum yakni Psikologi (6%), Ilmu Komunikasi (7%), Manajemen (7%), Hubungan Internasional (7%), dan Akuntansi (8%). "Pada jalur seleksi ini, UB menerima 750 peserta KIP Kuliah dari 6.798 pendaftar," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.