Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Putin Dilemahkan Wagner, tapi Ukraina juga Melewatkan Kesempatan Ini

📅 Jumat, 30 Jun 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Putin Dilemahkan Wagner, tapi Ukraina juga Melewatkan Kesempatan Ini Doc: The Conversation/AP
Ket. ‘Pawai Keadilan’: Pemimpin Grup Wagner, Yevgeny Prigozhin, berfoto dengan seorang pendukungnya di kota Rostov, Rusia.

Stefan Wolff, University of Birmingham dan Tetyana Malyarenko, National University Odesa Law Academy

Sekali berkedip dan hilanglah satu kesempatan. Dalam waktu 36 jam, tantangan yang diajukan terhadap Kremlin oleh Yevgeny Prigozhin, pemimpin perusahaan militer swasta bayaran Grup Wagner, telah berakhir.

Pada Jumat, 23 Juni 2023, Prigozhin memerintahkan 25.000 pasukannya melakukan "pawai untuk keadilan", yang berangkat untuk menghadapi Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Sore berikutnya, dia membatalkannya.

Pada saat itu, pasukannya telah sampai di sepanjang jalan raya M4, lebih dari setengah jalan antara Moskow dan markas selatan militer Rusia di Rostov-on-Don. Pasukan swasta itu berada dalam jarak 200 km (125 mil) dari ibu kota Rusia.

Krisis tersebut tampaknya dapat dihindari berkat kesepakatan yang di tengahi oleh Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, dan dikonfirmasi oleh Kremlin. Meski demikian, situasi kekacauan yang singkat ini akan berdampak lama bagi Rusia dan perang di Ukraina.

Konflik antara Prigozhin dan petinggi militer Rusia telah berlangsung selama beberapa waktu. Tensi meningkat saat pertempuran Bakhmut semakin intensif - Prigozhin menyatakan bahwa lebih dari 20.000 anak buahnya telah terbunuh.

Pada Mei, Prigozhin memperingatkan tentang revolusi Rusia lainnya. Dia berusaha memenuhi janji ini 4 minggu kemudian. Namun, pemberontakan kali ini sangat jauh berbeda dari pemberontakan massa Revolusi Oktober 1917. Sebaliknya, konflik ini pada akhirnya memperlihatkan kuatnya pertikaian antara 2 kubu: militer Rusia dan sektor industri.

Namun, jika ditarik garis lurus, perang asing adalah bagian dari latar belakang terjadinya Revolusi Bolshevik dan upaya perebutan kekuasaan Prigozhin. Dan kemudian, seperti sekarang, sang penantang menghadapi rezim yang semakin rapuh yang tergambar oleh masalah struktural yang dalam dan ketidakpastian layaknya yang ditimbulkan oleh perang manapun.

Dugaan pemicu pemberontakan Prigozhin adalah serangan udara di kampnya - yang berlokasi di garis depan perbatasan Ukraina - oleh pasukan militer Rusia. Serangan udara itu sendiri, jika memang terjadi, merupakan indikasi bahwa Kremlin sadar akan sesuatu yang sedang terjadi.

Faktanya, kecepatan dan ketepatan Prigozhin dalam memindahkan pasukannya dengan jauh dan ke lokasi strategis - termasuk Rostov-on-Don - menunjukkan bahwa ini adalah operasi yang sudah dipersiapkan dengan baik.

Operasi ini mungkin gagal, tetapi akan menjadi pelajaran untuk setiap penantang Kremlin pada masa depan. Seperti yang dikatakan Lenin secara ringkas dalam bukunya tahun 1920 "Komunisme Sayap Kiri, Gangguan Kekanak-kanakan", bahwa tanpa "gladi resik" tahun 1905, kemenangan Revolusi Oktober tahun 1917 "tidak mungkin terjadi". Hal itu seharusnya sangat mengkhawatirkan bagi Putin dan lingkaran dalamnya.

Rusia - terkuaknya rezim yang rapuh

Terlebih lagi, Putin memiliki masalah lain untuk dipertimbangkan dan diurus. Pidatonya pada Sabtu pagi sangat agresif; ia bersumpah untuk menghancurkan apa yang ia sebut sebagai "pemberontakan bersenjata".

Dalam 12 jam, Putin telah membuat kesepakatan yang, untuk saat ini, tidak akan membuat Prigozhin atau tentara bayarannya dapat dihukum. Apalagi Putin mendukung Menteri Pertahanan, Sergey Shoigu, dan Kepala Staf Umum, Valery Gerasimov, selama persaingan mereka dengan Prigozhin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

15 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.