Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

PLN dan Pertamina Jangan Sia-siakan Dukungan Presiden

1 Rabu, 24 Nov 2021, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PLN dan Pertamina Jangan Sia-siakan Dukungan Presiden PLN dan Pertamina Jangan Sia-siakan Dukungan Presiden Doc: Sumber: Kemen ESDM

» Komitmen Presiden untuk tansisi energi tidak diimbangi dalam implementasinya.

» Pemerintah tidak boleh lagi memberikan izin baru untuk konsesi tambang batu bara.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan garansi politik kepada jajaran manajemen dan komisaris PLN dan Pertamina jika menemui hambatan dalam melakukan transisi energi, terutama masalah politis maupun terbentur birokrasi. Sebab itu, jajaran manajemen kedua BUMN semestinya tidak perlu ragu merumuskan rencana transisi energi ke depan tanpa terbebani oleh pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari bisnis batu bara dan impor minyak.

Pakar Energi Baru Terbarukan (EBT) dari Universitas Brawijaya, Malang, Suprapto, yang diminta pendapatnya di Jakarta, Selasa (23/11), mengatakan PLN dan Pertamina jangan sia-siakan dukungan Presiden Jokowi itu dalam melakukan transisi energi.

"Kalau Presiden sudah memberikan dukungan, semestinya jangan disia-siakan, PLN dan Pertamina tidak perlu ragu-ragu mempersiapkan skema transisi energi ke depan. Karena peralihan jelas banyak sekali yang harus direncanakan," kata Suprapto.

Dengan potensi sumber daya EBT yang sangat beragam di Indonesia maka skema transisi perlu memuat kemudahan untuk mendorong seluas mungkin kesempatan investasi ke sektor ekonomi hijau itu.

"Ironis kalau Indonesia yang sangat potensial jenis-jenis EBT-nya sampai tertinggal di negara lain. Kalau berhasil, dampak ekonominya akan sangat terasa. Jadi, semua pihak tidak usah ragu lagi, EBT adalah masa depan dunia," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Pakar Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmi Radhi, mengatakan pengarahan Presiden kepada direksi Pertamina dan PLN merupakan penegasan komitmen dalam pembangunan green economy. Jokowi meratifikasi Paris Agreement, yang salah satunya mengganti energi fosil menjadi energi hijau, termasuk migrasi dari kompor LPG ke kompor gas.

Namun demikian, dalam implementasinya, komitmen Presiden Jokowi tidak dimbangi oleh kementerian dan BUMN secara serius dan terus-menerus. Investasi mobil listrik masih terseok-seok karena kurang menarik bagi investor. Pasalnya, Kementerian Keuangan pelit dalam memberikan insentif fiskal.

"Program satu juta kompor listrik masih sangat kecil dibanding total penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa. Migrasi kompor listrik mestinya dijadikan program nasional," kata Fahmi.

Keberhasilan migrasi dari kompor minyak tanah ke kompor elpiji, yang dikawal langsung oleh Wapres Jusuf Kalla, beberapa waktu lalu, bisa menjadi acuan pada transisi energi bersih.

Segera Pensiunkan PLTU

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan dengan dukungan Presiden, PLN dan Pertamina seharusnya lebih cepat melakukan transformasi bisnis. "Untuk PLN yang urgen adalah implementasi rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2021-2030," kata Fabby.

Hal itu bisa dilakukan dengan segera mengeluarkan jadwal lelang pembangkit energi terbarukan (ET), mempercepat rencana pensiun PLTU dan PLTGU yang sudah tua serta mempercepat proses pengadaan pembangkit ET.

Langkah lainnya adalah memangkas negosiasi Power Purchase Agreement (PPA) dan tidak mempersulit pemberian izin pada masyarakat dan pelaku usaha yang ingin memasang PLTS Atap. "Untuk Pertamina, mereka sudah punya rencana transformasi bisnis yang cukup baik. Jadi tinggal eksekusi saja," kata Fabby.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.