Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pesawat Osprey AS Terbang Lagi di Jepang, Picu Kemarahan Warga Okinawa

📅 Kamis, 14 Mar 2024, 10:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pesawat Osprey AS Terbang Lagi di Jepang, Picu Kemarahan Warga Okinawa Doc: MGN via Jessica Avallone/US Air Force
Ket. Pesawat CV-22 Osprey.

TOKYO - Militer AS pada Kamis (14/3) melanjutkan penerbangan Osprey di Jepang, kata seorang pejabat setempat. Pesawat rotor miring tersebut dilarang terbang selama tiga bulan setelah serangkaian kecelakaan mematikan.

Namun tindakan tersebut memicu kemarahan di wilayah selatan Okinawa, tempat sebagian besar pasukan AS bermarkas. Gubernur Okinawa mengatakan penduduk khawatir karena tidak diberi penjelasan yang memadai.

Pesawat Osprey AS jatuh di lepas pantai Jepang pada akhir November, menewaskan delapan orang di dalamnya dan mendorong keputusan untuk melarang terbang pesawat di seluruh dunia pada bulan berikutnya.

"Kami secara visual memastikan dari gedung (balai kota) ini bahwa sebuah Osprey terbang pada pukul 08.54 (Rabu 23.54 GMT)," kata seorang pejabat dari Ginowan, lokasi Pangkalan Udara Korps Marinir Futenma di Okinawa, kepada AFP.

Hal ini terjadi setelah militer AS mengatakan pekan lalu akan mencabut larangan terbang tersebut menyusul "pendekatan cermat dan berdasarkan data yang memprioritaskan keselamatan awak pesawat kami".

"Pemeliharaan dan perubahan prosedur telah diterapkan untuk mengatasi kegagalan material" yang menyebabkan kecelakaan itu, sehingga memungkinkan "penerbangan kembali dengan aman," kata Komando Sistem Udara Angkatan Laut (NAVAIR).

Dan pada hari Rabu, Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan Pasukan Bela Diri dan Pasukan AS di Jepang dapat secara bertahap melanjutkan penerbangan Osprey mulai Kamis.

"Tidak ada masalah dalam desain dan struktur Ospreys" dan kecelakaan itu disebabkan oleh cacat pada bagian tertentu dari pesawat, kata kementerian tersebut.

Kemarahan Luar Biasa

Pemerintah daerah di prefektur Okinawa, lokasi sebagian besar dari 54.000 personel militer AS di Jepang bermarkas, telah lama tidak senang dengan pengoperasian Osprey.

"Kami... merasa sangat marah karena laporan dimulainya kembali penerbangan itu sebelum ada penjelasan kepada penduduk setempat," kata Gubernur Denny Tamaki kepada wartawan, Rabu.

"Kami terus meminta militer AS dan pemerintah Jepang untuk tidak melanjutkan penerbangan sampai mereka menjelaskan penyebab kecelakaan dan tindakan pencegahannya, serta memindahkan Osprey" dari Okinawa, katanya.

Pesawat Osprey - yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter dan juga terbang seperti pesawat terbang - mengalami serangkaian kecelakaan fatal, termasuk kecelakaan di Australia utara yang menewaskan tiga Marinir AS pada Agustus lalu, dan satu lagi di Norwegia pada tahun 2022 yang menyebabkan empat orang tewas.

Tiga Marinir juga tewas pada tahun 2017 ketika seekor Osprey lainnya jatuh di lepas pantai utara Australia dan 19 Marinir tewas ketika Osprey mereka jatuh saat latihan di Arizona pada tahun 2000.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.