Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertama di Indonesia, Menteri PPN/ Bappenas Luncurkan Pembiayaan Daerah Non-Konvensional dan Non-APBN

📅 Minggu, 20 Agu 2023, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertama di Indonesia, Menteri PPN/ Bappenas Luncurkan Pembiayaan Daerah Non-Konvensional dan Non-APBN Doc: ANTARA/ Ni Putu Putri Muliantari
Ket. Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dan Gubernur Bali Wayan Koster saat meluncurkan Bali-Kerthi Development di Denpasar, Sabtu (19/8/2023).

DENPASAR - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa meluncurkan Bali-Kerthi Development Fund (BDF) dan Project Management Office (PMO) dalam rangka percepatan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, di mana lembaga penggali sumber pembiayaan alternatif ini merupakan yang pertama di Indonesia.

"Jadi hari ini Indonesia untuk pertama kali daerah membentuk lembaga ini yaitu Bali. Di tingkat nasional kita nanti akan membuat juga blending finance fund untuk tingkat nasional," kata dia di Denpasar, Sabtu (19/8).

Kementerian PPN/ Bappenas juga mendorong daerah lain membentuk lembaga serupa, di mana nantinya lembaga tersebut akan menampung sumber-sumber pembiayaan non-konvensional atau di luar anggaran negara.

"Sumber-sumber pembiayaan itu kan banyak, misalnya dana hibah, zakat, sumbangan, kontribusi, bisa juga yang sifatnya itu bantuan dalam pengertian dia dimandatkan untuk melakukan suatu kegiatan," ujar Suharso.

Sistem pembiayaan non-konvensional sendiri kata dia saat ini sedang tren di dunia, di mana umumnya diawali dari tingkat terendah di kabupaten/kota dan provinsi.

Dengan begitu menurutnya penting juga kabupaten/kota di Indonesia memikirkan sumber pembiayaan serupa terutama demi meningkatkan pelayanan dasar dan pelayanan publik bagi masyarakat.

"Bali-Kerthi Development Fund sendiri nanti akan menghimpun dana tidak mengandalkan pembiayaan konvensional atau APBN, terutama memang dana seperti filantropis dan MCC," kata Suharso.

Adapun peranan BDF sebagai special purpose vehicle untuk menyalurkan dan mengelola pembiayaan pembangunan yang berasal dari non-pemerintah dan digunakan untuk pembangunan terkait Ekonomi Kerthi Bali.

Selain itu sebagai wadah penghasil pembiayaan inovatif, dan sebagai financial hub yang melakukan analisis kebutuhan investasi dan dampak ekonomi investasi untuk meningkatkan investasi yang sejalan dengan arah pembangunan Bali sendiri.

Untuk kelembagaannya sendiri, Jamkrida Bali Mandara selaku perusahaan daerah ditunjuk sebagai induknya, di mana modal awal diperoleh dari hasil mengakuisisi perusahaan Sarana Bali Ventura.

"Untuk pembentukan Project Management Office-nya gambarannya ada, tujuannya mempercepat implementasi, memasukkan rekomendasi, dan pemantauan kegiatan atau monitoring policy, dasar hukumnya dari kami sudah ada," tutur Suharso Monoarfa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.