Perjumpaan Yunani dan India Menciptakan Evolusi Budaya di Eropa
📅 Jumat, 03 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ Aris MESSINIS
Ketika berkuasa, pengaruh Aleksander Agung langsung melakukan ekspansi wilayah keberbagai penjuru salah satunya hingga sampai India. Perjumpaan ini mengakibatkan evolusi adat istiadat, cita rasa kuliner, dan ritual keagamaan.
Aleksander III dari Makedonia yang lebih dikenal sebagai Aleksander Agung adalah seorang raja dari Kerajaan Yunani kuno dari Makedonia. Pada usia 20 tahun, dia meneruskan takhta ayahnya, Filipus II dari Makedonia yang tewas dibunuh pada pernikahan Kleopatra dari Makedonia pada bulan Oktober 336 SM.
Ia kemudian menghabiskan sebagian besar waktu kekuasaannya untuk melancarkan kampanye-kampanye militer ke Asia barat dan Mesir, Asia tengah, dan Asia selatan. Pada usia 30 tahun, dirinya telah berhasil membentuk salah satu kekaisaran terbesar sepanjang sejarah, wilayahnya terbentang dari Balkan di barat sampai India di timur.
Ketika Aleksander Agung menginvasi Timur Jauh tepatnya di India, pasukannya terpesona oleh budaya aneh, hewan eksotik, dan agama yang tidak dikenal. Aleksander mempromosikan perpaduan budaya dan penerusnya berusaha untuk mengadopsi budaya dan berbaur dengan lingkungan taklukan mereka.
Demikian pula Demetrios I, seorang raja muda asal Yunani, yang mendirikan Kota Sirkap yang kaya dengan lokasi di Pakistan saat ini. Penggalian mengungkapkan perpaduan yang kaya antara budaya Yunani dan India.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 317 SM, setelah kematian Aleksander Agung, Chandragupta pendiri Kekaisaran Maurya (sekarang India barat laut) telah menaklukkansatrapsdan mengalahkan Seleucus I, seorang jenderal Makedonia dari pasukan Aleksander. Sementara Kekaisaran Seleukia di barat ditaklukkan, di timur laut Kerajaan Maurya terdapat Kerajaan Baktria-Yunani (250-125 SM) meliputi Baktria dan Sogdiana (di utara Afghanistan saat ini dan di perbatasan Uzbekistan).
Raja Kekaisaran Baktra-Yunani, Euthydemus, berasal dari Magnesia, bagian dari wilayah Thessaly dan dia adalah putra Jenderal Yunani Apollodotus. Penguasa Seleukia Antiokhus III menyerang Euthydemus sekitar tahun 210 SM.
Euthydemus kalah dalam pertempuran melawan Antiokhus dan mundur ke kota berbenteng Bactra, di mana ia berhasil menahan pengepungan, sampai Antiokhus akhirnya memutuskan untuk mengakui penguasa baru. Euthydemus digantikan oleh putranya, pangeran muda Demetrios 1 pada 200 SM, dan Antiokhus menandatangani perjanjian damai dengan Demetrios.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 185 SM, Brihadratha, raja terakhir Kekaisaran Maurya, dibunuh dalam parade militer oleh panglima pengawalnya, Pushyamitra Shunga, yang merebut takhta dan mendirikan dinasti Shunga.
Demetrios, menyadari bahwa Celah Khyber tidak dijaga setelah jatuhnya Kekaisaran Maurya. Ia segera mengerahkan pasukannya dan pada 180 SM ia telah menaklukkan Afghanistan selatan dan India barat laut saat ini. Setelah itu ia melakukan hal itu ia menjadi raja Yunani yang mendirikan Kerajaan Indo-Yunani.
Demetrios dikenal sebagai Demetrios Kalinikos atau Demetrios Sang Penakluk Agung. Ia awalnya memerintah dari kota kaya Taxila (di masa kini Punjab, Pakistan) yang terletak tepat di seberang sungai dari Sirkap. Ia tidak pernah dikalahkan dalam pertempuran, kecuali oleh Pushyamitra Shunga, penguasa pertama Kekaisaran Shunga, yang berhasil mengalahkan Demetrios dalam pertempuran satu kali.
Dalam artikel di laman Greek Reporter, Giorgio Pintzas Monzani menulis tentang perjumpaan budaya Yunani dengan India dimulai dari Aleksander Agung yang dibuktikan dengan adanya perpaduan budaya antara kedua peradaban.
Perjumpaan itu mengakibatkan evolusi adat istiadat, cita rasa, dan ritual yang menghubungkan makanan dengan hal yang sakral dan ilahi mengalami pergolakan besar selama dan setelah penaklukan Aleksander Agung. Pertemuan itu melahirkan fondasi identitas budaya bersama yang baru dan, tentu saja, lahirnya cita rasa baru dan pengaruh gastronomi ke dunia.
Tahap yang mengakhiri perjalanan mungkin berisi bagian paling revolusioner dan sekaligus misterius dari periode sejarah itu: persatuan antara orang-orang Yunani dan orang-orang di anak benua India. Perpaduan ini berujung pada lahirnya sebuah kerajaan baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!