Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penggunaan Batu Bara Dunia Akan Menurun Tahun Depan

📅 Sabtu, 16 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Penggunaan Batu Bara Dunia Akan Menurun Tahun Depan Doc: ISTIMEWA
Ket. Batu bara adalah sumber emisi CO2 terkait energi terbesar yang bertanggung jawab bersama dengan gas rumah kaca lainnya terhadap pemanasan global.

PARIS - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA), pada Jumat (15/12), mengatakan konsumsi batu bara dunia akan mulai menurun pada tahun depan setelah mencapai puncaknya pada tahun 2023.

Dikutip dari The Straits Times, perkiraan terbaru IEA muncul setelah hampir 200 negara pada perundingan iklim Conference of the Parties 28 (COP-28) mengadopsi kesepakatan yang menyatakan dunia akan beralih dari bahan bakar fosil untuk mencapai emisi net zero pada tahun 2050 dan membatasi pemanasan global.

Batu bara merupakan sumber emisi CO2 terkait energi terbesar yang bertanggung jawab, bersama dengan gas rumah kaca lainnya, terhadap pemanasan global.

Para ilmuwan mengatakan bumi telah memanas sebesar 1,2 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri dan memperkirakan tahun 2023 akan menjadi tahun terpanas dalam sejarah seiring dengan meluasnya badai, kekeringan, dan kebakaran hutan yang mematikan di seluruh dunia.

Menurut IEA, konsumsi bahan bakar fosil paling kotor meningkat sebesar 1,4 persen pada tahun 2023 mencapai rekor 8,5 miliar ton, karena peningkatan konsumsi di Tiongkok, India, dan Indonesia melebihi penurunan tajam permintaan di Eropa dan AS.

PLTS Berkembang

Diperkirakan akan terjadi tren penurunan permintaan batu bara di seluruh dunia, mulai tahun 2024, kata lembaga yang berbasis di Paris tersebut, seiring dengan terus berkembangnya pembangkit listrik terbarukan dari tenaga surya (PLTS) dan angin.

Dikatakan konsumsi di Tiongkok saja tumbuh sebesar 220 juta ton atau 4,9 persen pada tahun 2023, sementara di India tumbuh delapan persen dan di Indonesia sebesar 11 persen.

Di negara lain, konsumsi turun sebesar 107 juta ton atau 23 persen di Eropa, sementara di Amerika Serikat terjadi penurunan sebesar 95 juta ton atau sebesar 21 persen, yang sebagian besar disebabkan oleh melemahnya aktivitas industri dan peralihan dari pembangkit listrik tenaga batu bara ke energi terbarukan.

IEA mengatakan sulit memperkirakan permintaan di Russia, yang saat ini merupakan konsumen batu bara terbesar keempat, karena konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.