Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendidikan Karakter Perlu Jadi Mapel Khusus

📅 Kamis, 05 Des 2024, 21:28 WIB | Oleh:
Pendidikan Karakter Perlu Jadi Mapel Khusus Doc: Tangkapan layar Muhamad Marup
Ket. Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, menilai, pendidikan karakter perlu jadi mata pelajaran (Mapel) khusus agar dapat terus disampaikan secara berkelanjutan. Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan dengan metode Hidden Curriculum.

"Menurut saya sebenarnya pendidikan karakter itu harus masuk mungkin bisa disebutnya hidden curriculum. Enggak tertulis tapi harus ada hidden curriculum," ujar Ledia, dalam siaran TVR Parlemen, Kamis (12/5).

Dia menjelaskan, berdasarkan data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat sejak Juli hingga September 2024 kasus kekerasan di satuan pendidikan terus mengalami kenaikan. Menurutnya, setiap sekolah harus mengedepankan pendidikan karakter sebagai panduan peserta didik dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari.

"Jadi dia terus-menerus membuat mereka membentuk karakter yang lebih baik. Jadi bukan cuma sekadar ilmu karakter enggak gitu harus masuk ke dalam jiwa anak-anak terinternalisasi dan terpraktikan," jelasnya.

Peran Keluarga

Ledia mengungkapkan, penanganan aksi perundungan di sekolah memerlukan peran aktif tidak hanya guru. Menurutnya, keluarga terutama orang tua berperan penting dalam penanganan aksi perundungan.

Dia mengusulkan tiap sekolah membuat program pelatihan pengasuhan untuk orang tua. Sehingga semua memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengantisipasi aksi perundungan di kalangan anak-anak

"Jadi tadi beberapa yang diusulkan oleh kami satu komite sekolah itu membuat program pengasuhan pelatihan untuk orang tua terkait dengan pengasuhan. Karena kan enggak ada sekolahnya jadi orang tua maka perlu ada ilmu-ilmu yang selalu berkembang ya," katanya.

Ledia menerangkan, selain akibat menonton konten-konten yang ada di internet, aksi perundungan sering berasal dari lingkungan atau orang-orang sekitar. Menurutnya, hal tersebut berkaitan juga dengan pola pengasuhan.

"Kita kan kemudian tanya telusur sebabnya apa ternyata sebabnya adalah dari internet. Nah ini juga jadi bagian yang sangat penting tampaknya tidak ada program tentang pengasuhan yang harusnya dimunculkan," terangnya.

Ledia juga menyebut perlu ada penguatan peran Guru bimbingan konseling atau BK untuk mencegah aksi perundungan di sekolah. Menurutnya, guru BK bahkan harus tersedia di jenjang SD.

"Kalau di tingkat Sekolah Dasar ada Guru bimbingan konseling setidaknya antisipasi itu bisa menjadi jalan lebih baik," tuturnya.

Dia juga menyebut korban kekerasan mesti mendapat perlindungan khusus. Di sisi lain, menurutnya penyelesaian kasus perundungan tidak harus selalu diserahkan pada aparat penegak hukum.

"Pihak sekolah dan orang tua perlu mengedepankan mediasi dalam menyelesaikan masalah perundungan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.