Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB tekankan masyarakat harus berdiri tegak untuk hak asasi manusia

📅 Selasa, 14 Nov 2023, 23:54 WIB | Oleh:
PBB tekankan masyarakat harus berdiri tegak untuk hak asasi manusia Doc: ANTARA/HO-Institut Leimena
Ket. Wakil Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (HAM PBB) Muhammadou M.O Kah dalam Konferensi Literasi Keagamaan Lintas Budaya hari kedua yang digelar oleh Kemenkumham bersama Institut Leimena di Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Jakarta - Wakil Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (HAM PBB), Muhammadou M.O Kah menekankan bahwa masyarakat harus berdiri tegak untuk hak asasi manusia melalui komitmen yang kuat pada kerukunan beragama.

"Terjadi krisis dan kesulitan di berbagai belahan dunia, geopolitik terus bergeser dan nurani semakin melemah. Kemanusiaan menuntut kita semua untuk berdiri demi hak asasi dan martabat manusia," kata Muhammadou dalam Konferensi Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang digelar Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bersama Institut Leimena di Jakarta, Selasa.

Muhammadou mengusulkan beberapa poin penting untuk meneguhkan komitmen kerukunan beragama, yakni penguatan kerangka pendidikan, forum dialog, reformasi hukum, pelibatan masyarakat, teknologi digital, kecerdasan buatan untuk toleransi dan kebaikan, menjaga kelompok rentan, dan respons cepat kepada kejahatan yang mengarah pada kebencian.

"Negara hukum membutuhkan dukungan yang memadai, kesiapsiagaan dan kapasitas, serta kecakapan, termasuk literasi keagamaan lintas budaya, juga meningkatkan partisipasi pemuda dan perempuan," ujarnya.

Ia mengutarakan agama seharusnya menjadi inspirasi dan kekuatan untuk mempersatukan sesama dalam kemanusiaan, sehingga peran pemerintah yang berintegritas dan lembaga pendidikan yang bertanggung jawab perlu didukung oleh lembaga-lembaga keagamaan serta organisasi masyarakat sipil agar bisa memberikan pencerahan nilai-nilai HAM yang positif.

"Agama memiliki kekuatan untuk mengubah narasi kita akan dunia. Secara umum, diplomasi keagamaan itu vital, berdiri di atas HAM untuk semua," tuturnya.

Agama, lanjutnya, juga berperan membentuk pola pikir yang baik untuk melayani keramahan, pengharapan dan cinta kasih.

Menurutnya, berdiri bagi HAM harus menjadi tekad bersama di dalam masyarakat beragama untuk mendorong pemenuhan berbagai hak sosial ekonomi, hak hidup dalam damai, menghapus perdagangan manusia, dan membangun dunia yang adil.

Sementara itu, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN bidang Politik dan Keamanan, Matheus Michael Tene mengatakan komunitas negara-negara anggota ASEAN perlu memperkuat program dialog lintas agama dan budaya untuk merealisasikan visi ASEAN setelah 2025 menuju ASEAN 2045.

"Masa depan ASEAN dalam 20 tahun ke depan bergantung kepada komunitas ASEAN untuk berevolusi dan mengembangkan ketangguhan dalam menghadapi ketidakpastian dan gangguan. Kawasan ini memiliki sejarah dan tradisi moderasi yang panjang, bahkan selama berabad-abad, orang-orang dari berbagai agama dan ras telah hidup bersama dalam damai dan harmonis," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Ketimpangan Lahan Bikin Des...
Daerah
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali...
Nasional
Gunung Semeru Catat Aktivit...

Kota Tua Jakarta Bersiap Direvitalisasi

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Kota Tua Jakarta Bersiap Di...
Daerah
PLBN Jagoi Babang Disiapkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.