Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Odekta Ratu Maraton Asia Tenggara

📅 Senin, 08 Mei 2023, 13:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Odekta Ratu Maraton Asia Tenggara Doc: ISTIMEWA
Ket. odekta Elvina Naibaho

PHNOM PENH - Dua kali menjadi peraih emas SEA Games berturut-turut (Vietnam dan Kamboja), pantas bila pelari Odekta Elvina Naibaho disebut ratu marathon Asia Tenggara. Sadar akan menjadi sorotan kamera, Odekta meminta waktu sejenak untuk merias wajahnya ketika diingatkan sang manajer agar bersiap-siap mengikuti upacara pengalungan medali.

Sang juara dua kali berturut-turut maraton SEA Games itu pun membuka kotak berisi cat wajah beraneka warna. Dengan santai telunjuknya mencolek cat berwarna merah lalu dia oleskan ke dahinya. Setelah itu, giliran jari tengahnya mencolek cat berwarna putih lalu dioleskan tepat di bawah cat merah yang menggores di dahinya sehingga membentuk dua garis merah putih.

Dia mengulang beberapa kali tapi lokasi goresan berpindah ke pipi, dagu, hingga hidung. Wajah manis dara batak itu pun berubah menjadi penuh coretan berwarna merah-putih. Odekta memang tidak sedang bersolek lumrahnya perempuan yang akan ke pesta atau kencan. Dia bersolek sebagai atlet juara untuk menegaskan diri bahwa dia beridentitas merah putih, warna bendera negaranya, Indonesia.

"Biar nyentrik dan ini sebagai pernyataan saya bahwa saya berlari di tengah terik adalah untuk Merah Putih," kata Odekta. Polah iseng Odekta mencoret-coret wajahnya dengan cat merah-putih bisa jadi dilihat sebagai kenyentrikan semata. Namun, coretan merah putih itu adalah jawaban mengapa dia begitu kukuh berjuang berlari sejauh 42,195 km di bawah sengatan 39 derajat matahari Angkor Wat hingga pingsan seusai melewati pita finis.

Odekta menyadari bahwa dia berlari bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk merah putih, simbol dari negaranya. Ini yang membuat ia tabah melawan lelah. Odekta dan para atlet lain hadir di SEA Games tentu untuk berkompetisi menjadi yang terbaik di cabang olahraga masing-masing. Bukan demi kebanggaan sang atlet semata, tetapi juga menjaga reputasi lambang negara di dada mereka. Kemenangan atau menjadi juara adalah idaman, karena dengan itu mereka akan menjadi musabab lagu kebangsaan Indonesia berkumandang dan bendera Merah Putih berkibar.

Diplomat

Para atlet yang bertanding di luar negeri seperti di ajang multievent SEA Games tidak sekadar bertanding untuk dirinya, tetapi mereka juga membawa nama baik negara di pundak mereka. Di posisi ini, tugas atlet bukan semata-mata bertanding atau berlomba, melainkan juga sebagai diplomat yang mewakili negara sebagaimana para diplomat yang bernegosiasi di forum internasional seperti di KTT Asean di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 10-11 Mei 2023.

Tugas utama atlet di ajang internasional seperti SEA Games yang saat ini tengah berlangsung di Kamboja adalah bertanding dan berlomba, tetapi ketika ada label "mewakili negara" maka atlet pun mempunyai tugas lain sebagai "diplomat paruh waktu."

Ketika atlet dapat tampil sangat baik dalam turnamen olahraga, itu menjadi sumber kebanggaan dan martabat bagi negara yang mereka wakili. Para atlet Indonesia yang menjadi juara tentu bukan hanya mendapat medali untuk dirinya tetapi juga menjadi simbol kedigjayaan negerinya. Apalagi sejauh ini hanya ada dua peristiwa yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di luar negeri, yakni kunjungan kenegaraan kepala negara, serta atlet yang memenangi kejuaraan.

Dalam SEA Games ke-32 yang tengah berlangsung di Kamboja, tugas atlet sebagai "diplomat paruh waktu" bukanlah pengecualian. Melalui gelaran multi cabang olahraga yang dibuka 5 Mei dan ditutup 17 Mei ini, sebanyak 11 negara Asia Tenggara (Indonesia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Kamboja) pun saling berdiplomasi untuk menunjukkan pencapaian masing-masing melalui berbagai cabang kompetisi.

Indonesia yang saat ini menjadi ketua Asean pun tentu tak ingin melewatkan perhelatan olahraga ini demi menegaskan sebagai pemegang simbol atau representasi "kebesaran" dan "kepemimpinan" di kawasan ini, selain tentu saja menjadikan ajang sport ini sebagai panggung untuk mengkomunikasikan pencapaian nasional kepada kawasan dan dunia.

Ada semacam pride(kebanggaan) di sini dan demi itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo serta jajaran para pengambil keputusan pun merevisi jumlah kontingen Merah Putih dengan menambahkan 100 atlet.

Dengan demikian, jumlah kontingen Indonesia yang hadir di Kamboja menjadi 599 atlet yang terdiri dari 379 atlet putra dan 220 atlet putri untuk bersaing pada 31 cabang olahraga. Jumlah tersebut lebih gemuk bila dibandingkan dengan SEA Games edisi sebelumnya yang bergulir di Vietnam dengan 499 atlet.

Sekilas, kebijakan pengiriman atlet Indonesia ke SEA Games Kamboja ini berbeda dengan pendekatan pada SEA Games 2021 Vietnam. Ketika itu Indonesia menekankan sisi kualitas dengan memangkas jumlah kontingen menjadi 476 atlet saja, atau hampir separuh dari 837 atlet yang diturunkan Indonesia dalam SEA Games 2019 di Filipina.

Kuantitas atlet pada SEA Games 2023 memang bertambah, tapi tidak dengan target. Kontingen Merah Putih mencanangkan pencapaian yang sama dengan di Vietnam yakni masuk tiga besar klasemen perolehan medali. Bahkan secara angka, target medali emas pada SEA Games 2023 hanya 60, lebih sedikit dibandingkan dengan pencapaian 69 emas Indonesia pada SEA Games 2021. Pengurangan target tersebut terkait dengan potensi kehilangan 39 emas mengingat cabang pendulang medali Merah Putih dalam SEA Games edisi sebelumnya tidak dipertandingkan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.