Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara-negara Produsen Mulai Melarang Ekspor Pangan

📅 Kamis, 28 Apr 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Negara-negara Produsen Mulai Melarang Ekspor Pangan Doc: Sumber: FAO - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Konflik Russia dan Ukraina yang berlarut-larut menyebabkan gangguan pasokan pangan global. Kedua negara yang berperang itu merupakan produsen dan pengekspor komoditas pertanian terpenting di dunia, terutama tanaman sereal, termasuk jelai, gandum, dan jagung. Secara keseluruhan, kedua negara mengekspor 12 persen dari kalori makanan yang diperdagangkan di seluruh dunia.

Khawatir dengan kelangkaan pangan, mendorong negara-negara di dunia sudah banyak mengambil langkah untuk mengamankan pasokan pangannya sendiri dengan melarang ekspor.

Hungaria misalnya, sejak Maret lalu, telah memutuskan melarang ekspor biji-bijian dalam bentuk serealia. Meskipun keputusan ini akan mengorbankan pasokan pangan untuk Italia di mana 65 persen kebutuhannya dijamin oleh ekspor dari Hungaria. Namun, keputusan itu menurut Menteri Pertanian Hungaria, Istvan Nagy, dinilai sangat tepat.

Selain Hungaria, Moldova juga ikut menunda pengapalan komoditas gandum, jagung, dan gula. Hal itu dijelaskan Perdana Menteri Moldova, Natalia Gavrilita, yang menegaskan kebijakan itu mulai berlaku sejak Maret lalu hingga April ini.

Berbeda dengan kedua negara tersebut, Indonesia justru melarang ekspor minyak goreng dan bahan bakunya bukan karena khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi karena eksportir lebih banyak menjual minyaknya ke luar negeri memanfaatkan harga yang tinggi. Akibatnya, pasokan dalam negeri langka sehingga memicu kenaikan harga.

Larangan itu secara resmi berlaku hari ini setelah diterbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO), Refined, Bleached and Deodorized (RBD) Palm Olein, POME, dan Used Cooking Oil. Regulasi tersebut dimaksudkan untuk optimalisasi ketersediaan minyak goreng dalam negeri sebagai salah satu barang kebutuhan pokok.

Dalam Permendag yang ditandatangani Menteri Perdagangan, Muhamad Lutfi, di Jakarta, Rabu (27/4), itu dalam satu drafnya menyatakan aturan akan dievaluasi setiap bulan.

Bangun Kedaulatan Pangan

Menanggapi larangan pangan sejumlah negara produsen itu, Pakar Pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan krisis pangan akan selalu membayangi negara yang memiliki kebergantungan pada impor. Untuk itu, pemerintah perlu lebih serius membangun kedaulatan pangan, bukan sekadar ketahanan pangan.

"Dengan kedaulatan pangan, kita akan terhindar dari potensi krisis yang disebabkan faktor-faktor eksternal seperti perang dan sebagainya. Selain itu, dengan memiliki kedaulatan pangan akan berdampak nyata pada ekonomi, terutama ekonomi kerakyatan. Karena petani akan menjadi pihak yang paling berdaulat," kata Ramdan.

Dalam program kedaulatan pangan, petani berada pada posisi "high risk", sehingga akan mendapat keuntungan yang paling besar, bukan seperti sekarang risikonya paling besar, tapi paling kecil keuntungannya. "Kondisi itu tercipta karena tata niaga saat ini lebih ditentukan oleh aspek hilir, harga ditentukan oleh pihak yang dekat dengan konsumen, seperti tengkulak, penggilingam, distributor, dan lainnya," kata Ramdan.

Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, meminta pemerintah untuk mengambil sejumlah langkah strategis terutama pada komoditas strategis seperti beras.

"Pasokan dan distribusi beras harus diawasi ketat. Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi dan melakukan penimbunan untuk mengambil untung saat harga naik," kata Bhima.

Begitu pula di daerah pabean perlu memperketat pengawasan agar tidak terjadi penyelundupan komoditas pangan yang dilarang untuk ekspor seperti kasus minyak goreng.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Cegah Banjir, Pemkot Jayapu...
Nasional
TNI Pamer PDU Baru Saat Upa...
Olahraga
Joshua Zirkzee Jadi Penentu...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.