Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Museum Nusa Tenggara Barat Kenalkan Dunia Arkeologi kepada Anak-anak

📅 Selasa, 22 Okt 2024, 16:44 WIB | Oleh:
Museum Nusa Tenggara Barat Kenalkan Dunia Arkeologi kepada Anak-anak Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Sejumlah siswa sekolah dasar melakukan ekskavasi arkeologi dalam kegiatan Belajar Bersama Arkeolog Cilik yang digelar Museum Negeri Nusa Tenggara Barat di Mataram, Selasa (22/10).

MATARAM - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mengenalkan dunia arkeologi sejak dini kepada anak-anak melalui kegiatan Belajar Bersama Arkeolog Cilik yang diikuti oleh puluhan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah di Pulau Lombok.

"Kami ingin menampilkan metode belajar tentang sejarah dan peradaban dengan cara yang menyenangkan," kata Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Selasa.

Kegiatan Belajar Bersama Arkeolog Cilik bertajuk "Exploring The Wonders of West Nusa Tenggara" itu baru pertama kali digelar oleh Museum NTB yang melibatkan enam sekolah dasar dan enam sekolah menengah.

Agenda itu berlangsung selama dua hari pada 22-23 Oktober 2024 bekerja sama dengan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI). Hari pertama diikuti khusus sekolah dasar dan hari kedua khusus sekolah menengah.

Nuralam menuturkan NTB adalah daerah yang sangat kaya dengan sejarah kebudayaan dan peradaban masa lalu, namun peneliti arkeologi masih sangat sedikit.

Menurutnya, upaya mengenalkan dunia arkeologi sejak dini dapat menumbuhkan minat anak-anak NTB untuk menjadi arkeolog pada masa depan.

"Kami berharap anak-anak menjadi generasi yang mencintai sejarah dan mencintai produk peradaban nenek moyang. Minimal mereka balik ke museum lagi untuk melihat benda-benda mana yang mungkin mereka terlewatkan," ujar Nuralam.

Museum NTB mengajarkan kepada siswa sekolah tentang bagaimana proses ekskavasi barang-barang bersejarah yang tertimbun tanah.

Sebanyak 25 siswa sekolah dasar dari enam sekolah dibagi ke dalam enam kelompok. Kemudian mereka diminta mencari miniatur benda-benda bersejarah yang tertimbun di dalam pasir menggunakanspatuladan kuas.

Beberapa anak yang tidak sabar langsung menggali pasir dengan tangan, namun tak sedikit pula yang menggali secara perlahan hingga menemukan barang-barang kuno yang tertimbun.

Ketua IAAI Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Iwan Kristiawan mengatakan arkeologi adalah salah satu ilmu penting yang memahami siklus kehidupan, dinamika kehidupan yang harmoni, maupun harmonisasi kehidupan dari masa lalu sampai masa kini.

"Melibatkan anak-anak terutama di sekolah dasar dan sekolah menengah (dalam mempelajari arkeologi) memberikan gambaran kepada kita tentang konsep inklusifitas," pungkas Iwan yang berprofesi sebagai Dosen Arkeologi Universitas Udayana tersebut. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.