Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mikroskop Inframerah Terbaru Harapan Bagi Penelitian Penyakit Menular

📅 Selasa, 30 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Mikroskop Inframerah Terbaru  Harapan Bagi Penelitian Penyakit Menular Doc: afp/ JENS SCHLUETER

Kemampuan melihat sampel dengan lebih jelas pada skala yang lebih kecil dengan bantuan mikroskop dapat membantu berbagai bidang penelitian terkait materi yang berhubungan dengan penyakit menular dengan lebih baik seperti virus, protein, molekul.

Alam dalam skala mikroskopis adalah tempat tinggal virus, protein, dan molekul. Berkat mikroskop modern, para ilmuwan dapat menjelajah ke bawah untuk melihat cara kerja sel. Namun alat yang mengesankan ini pun memiliki keterbatasan. Misalnya, mikroskop fluoresen resolusi super memerlukan spesimen diberi label fluoresensi.

Hal ini terkadang dapat menjadi racun bagi sampel dan paparan cahaya yang berkepanjangan saat melihat, dapat memutihkan sampel sehingga tidak lagi berguna. Mikroskop elektron juga dapat memberikan detail yang sangat mengesankan, namun sampel harus ditempatkan dalam ruang hampa sehingga sampel hidup tidak dapat dipelajari.

Salah satu kelemahan dari mikroskop inframerah-tengah (mid-infrared microscopy) biasanya dibatasi oleh resolusinya yang rendah terutama jika dibandingkan dengan teknik mikroskop lainnya. Oleh karena itu, para peneliti di Universitas Tokyo telah mengembangkan mikroskop inframerah-tengah yang canggih.

Teknologi yang diciptakan memungkinkan mereka melihat struktur di dalam bakteri hidup pada skala nanometer. Perkembangan terbaru dari penemuan mereka mampu menghasilkan gambar pada 120 nanometer. Hasil pencitraan tersebut menurut para peneliti merupakan peningkatan 30 kali lipat pada resolusi mikroskop inframerah-tengah pada umumnya.

Kemampuan melihat sampel dengan lebih jelas pada skala yang lebih kecil dapat membantu berbagai bidang penelitian. Hal ini membuka jalan bagi pengembangan pencitraan berbasis inframerah-tengah yang lebih akurat di masa depan. Beberapa bidang yang bisa terbantu dengan mikroskop tersebut antara lain terkait dengan penyakit menular.

Mikroskop inframerah-tengah memiliki beberapa keuntungan. Sebagai perbandingan, mikroskop ini dapat memberi informasi kimia dan struktur tentang sel hidup tanpa perlu mewarnai atau merusaknya. Namun penggunaannya masih terbatas dalam penelitian biologi karena kemampuan resolusinya yang relatif rendah.

Meskipun mikroskop fluoresen resolusi super dapat mempersempit gambar hingga puluhan nanometer (1 nanometer sama dengan sepersejuta milimeter), mikroskop inframerah menengah biasanya hanya dapat mencapai sekitar 3 mikron (1 mikron sama dengan seperseribu milimeter).

Namun, dalam sebuah terobosan baru pada mikroskop inframerah tangah, para peneliti di Universitas Tokyo telah mencapai resolusi mikroskop inframerah-tengah yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

"Kami mencapai resolusi spasial 120 nanometer, yaitu 0,12 mikron. Resolusi luar biasa ini kira-kira 30 kali lebih baik dibandingkan mikroskop inframerah-tengah konvensional," jelas Profesor Takuro Ideguchi dari Institut Sains dan Teknologi Foton di Universitas Tokyo.

Dalam pengembangannya, tim menggunakan "bukaan sintetis" (synthetic aperture), sebuah teknik yang menggabungkan beberapa gambar yang diambil dari sudut pencahayaan berbeda untuk menghasilkan gambar keseluruhan yang lebih jelas.

Biasanya, sampel diapit di antara dua lensa. Namun, lensa tersebut secara tidak sengaja menyerap sebagian cahaya inframerah tengah. Untuk mengatasi masalah ini, mereka menempatkan sampel, bakteri (E coli dan Rhodococcus jostii RHA1 digunakan), pada pelat silikon yang memantulkan cahaya tampak dan mentransmisikan cahaya inframerah.

Dengan cara tersebut memungkinkan para peneliti untuk menggunakan satu lensa, dan memungkinkan mereka menerangi sampel dengan lebih baik dengan cahaya inframerah-tengah dan mendapatkan gambar yang lebih detail.

"Kami terkejut melihat betapa jelasnya kami dapat mengamati struktur intraseluler bakteri. Resolusi spasial yang tinggi pada mikroskop kami memungkinkan kami mempelajari, misalnya, resistensi antimikroba, yang merupakan masalah di seluruh dunia," kata Ideguchi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.