Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Meriah Meski Bermandikan Hujan, Ikang Fawzi Mampu Hibur Diaspora di Jepang

Foto : ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu

Ikang Fawzi menghibur diaspora Indonesia di tengah hujan di Tsukuba, Minggu (1/10).

A   A   A   Pengaturan Font

Tsukuba - Meski diguyur hujan, penyanyi rock yang populer di tahun 80-an Ikang Fawzi, tetap semangat menghibur diaspora Indonesia dalam ajang Indonesia-Japan Friendship Festival yang diselenggarakan oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Jepang, di Tsukuba, Minggu.

"The show must go on(pertunjukan harus berlanjut)," ujar Ikang sambil berteriak ke arah penonton yang disambut riuh serta tepuk tangan.

Ikang membuka penampilannya dengan membawakan lagu "Kebyar-kebyar" sebagai pemantik semangat jiwa Merah-Putih serta pengobat rindu para diaspora akan Tanah Air.

Beberapa penonton sempat meninggalkan tempat saat hujan mulai deras, tetapi suami Marissa Haque itu tetap melanjutkan aksinya dengan membawakan lagu selanjutnya, yakni "I don't want to talk about it" yang dipopulerkan Rod Stewart".

Penampilan Ikang juga diiringi oleh permainan saxophone yang dibawakan Akane serta keyboard.

Lagu "Aishiteru" dan "Rumah Kita" membuat penonton yang bertahan larut dalam suasana kendati hujan semakin deras.

Saat membawakan lagu andalan "Preman", deras hujan semakin tak tertahankan, hingga menyebabkan tenda nyaris roboh.

Penonton dan panitia bahu-membahu menjaga agar tenda terap bertahan dan memayungi Ikang yang sudah basah kuyup.

Pada akhirnya, penonton ikut berhamburan, bernyayi dan berjoget di bawah guyuran hujan.

"Tadi, sebetulnya sudah tidak masuk akal, tapi enggak apa-apa, orang tahu dengan keterbatasan kita. Kita sudahcheck sound, sudah rapi, tapi Allah menentukan lain," kata Ikang saat ditemui di belakang panggung.

Dia mengaku sudah niat menghibur diaspora Indonesia di Jepang yang sudah berjuang dengan caranya masing-masing.

"Di sini mereka cari ilmu, cari kerja, ibadah, mencari sesuatu untuk dikembalikan kepada bangsanya sendiri. Jadi, keren banget. Di situasi apapun, apapun yang terjadi, saya harus optimal," ujar penyanyi yang sempat bersekolah di Sekolah Republik Indonesia Tokyo itu.

Selain Ikang, pengisi acara juga dihadirkan baik dari Indonesia maupun Jepang, seperti tari-tarian dan musik.

Tidak ketinggalan, penampilan dangdut pun awalnya akan diadakan sebagai penutup acara. Namun, tak ayal, hujan urung reda hingga acara itu terpaksa disudahi.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top