Menko PM Sebut Efisiensi Sebagai Revitalisasi Anggaran
📅 Selasa, 11 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: antara
Tangerang - Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai bahwa langkah efisiensi di seluruh lembaga kementerian merupakan revitalisasi atau upaya perbaikan pengelolaan anggaran.
"Efisiensi itu harus dilakukan, soal nanti kebutuhannya melakukan berbagai revisi dan revitalisasi itu proses. Tapi, efisiensi ini mutlak harus dilakukan sebagai bagian dari adanya pemborosan anggaran yang tidak tepat sasaran," ucap Muhaimin di Tangerang, Senin (10/2).
Seperti dikutip dari Antara, Muhaimin menyatakan bahwa kebijakan efisiensi anggaran ini telah melalui kajian dan pertimbangan secara matang. Namun, jika pada pelaksanaannya dalam revisi dan revitalisasi merasa banyak yang tidak sejalan, itu merupakan sebuah proses yang harus dijalani.
"Semua pasti protes, tapi ini harus. Ibarat saya ya, pil pahit. Pil pahit itu pahit di awal pasti bermanfaat untuk negara. Semuanya harus terima dan saya pendukung utama efisiensi. Tapi saya pikir bagus buat kita efisien dalam melangkah," jelasnya.
Dia juga menjelaskan, efisiensi anggaran tersebut nantinya akan dilakukan peninjauan. Dirinya juga mendukung terkait kebijakan Menteri Keuangan agar yang tidak terlalu prioritas agar tetap dipotong.
Maka dari itu, instruksi efisiensi anggaran bisa menjadi kebijakan yang tepat jika dijalankan dengan strategi yang jelas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti halnya, harus lebih diarahkan pada meninjau ulang anggaran ke program-program yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.
Libatkan UMKM
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan yang sama, Muhaimin Iskandar juga mendorong agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap dilibatkan dalam mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
Ia menyampaikan bahwa pemerintah terbuka kepada pelaku UMKM setempat untuk menyiapkan makanan berkualitas bagi program MBG tersebut.
"Tapi saya berharap kepada Kepala Badan Gizi Nasional, juga pemerintah daerah supaya melibatkan UMKM di dalam pelaksanaan MBG ini," katanya.
Ia mengungkapkan untuk saat ini keterlibatan UMKM dalam pelaksanaan MBG itu belum sepenuhnya diikutsertakan, sebab penyelenggaranya masih dalam proses lanjutan.
Selain itu, penambahan anggaran program MBG ini diperkirakan sampai akhir tahun. Sehingga, semua bisa terpenuhi dan direalisasikan secara menyeluruh di seluruh wilayah.
"Ini belum semua terlaksana. Kita bersabar, kita terus monitor dan kita terus akan minta UMKM dilibatkan," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!