Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Terobosan Sains

Menelusuri Jejak Tanah Liat Kuno

Foto : mindat.org
A   A   A   Pengaturan Font

Smektit merupakan mineral tanah liat yang terbentuk dari lempeng tektonik. Material ini menurut para peneliti di The Massachusetts Institute of Technology (MIT) dapat menyerap karbon secara efektif, dan keberadaannya telah mempengaruhi iklim global selama ribuan tahun.

Smektit merupakan mineral tanah liat yang terbentuk dari lempeng tektonik. Material ini menurut para peneliti di The Massachusetts Institute of Technology (MIT) dapat menyerap karbon secara efektif, dan keberadaannya telah mempengaruhi iklim global selama ribuan tahun.

Tapi apakah jumlah tanah liat yang ada cukup untuk memicu empat zaman es sebelumnya? Idealnya, para peneliti harus memastikan hal ini dengan menemukan smektit di lapisan batuan purba yang berasal dari setiap periode pendinginan global.

"Sayangnya, karena tanah liat terkubur oleh sedimen lain, tanah tersebut menjadi sedikit matang, sehingga kita tidak dapat mengukurnya secara langsung," tulis Joshua Murray, seorang mahasiswa pascasarjana di Departemen Ilmu Bumi, Atmosfer, dan dan Planet MIT dan rekannya Oliver Jagoutz, profesor geologi di MIT, dalam laporannya di jurnal Nature Geoscience. "Tapi kita bisa mencari jejak sidik jarinya," imbuh dia.

Tim beralasan bahwa, karena smektit adalah produk ofiolit, batuan laut ini juga mengandung unsur-unsur khas seperti nikel dan kromium, yang dapat terawetkan dalam sedimen purba. Jika smektit ada di masa lalu, nikel dan kromium juga seharusnya ada.

Untuk menguji gagasan ini, tim memeriksa database yang berisi ribuan batuan sedimen samudra yang disimpan selama 500 juta tahun terakhir. Selama periode ini, bumi mengalami empat zaman es yang berbeda. Melihat batuan di sekitar masing-masing periode tersebut, para peneliti mengamati lonjakan besar nikel dan kromium, dan menyimpulkan bahwa smektit juga pasti ada.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top