Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Memaknai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021

Memaknai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021
Foto : foto Koalisi Persampahan Nasional (KPNas),
A   A   A   Pengaturan Font

BEKASI - Sejumlah pegiat persampahan dan lingkunan hidup gelar pelatihan pengolahan sampah organik kepada masyrakay yang terlibat dalam pengolahan sampah di Sekretariat TPS 3R Nur Hikmah, Sumberjaya, Tambun Selatan, Bekasi Senin (22/2).

Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Bagong Suyoto mengatakan, beberapa pengiat persampahan yang ikut antarra lain, Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI), Koalisi KAWALI Jawa Barat dan Bekasi Raya, Perkumpulan Gerakan Aksi Persampahan Indonesia (GAPINDO), Jajaka Nusantara dan TPS 3R Nurul Hikmah Sumberjaya.

"Mereka termotivasi adanya permasalahan sampah tak kunjung usai, sehingga perlu memberikan solusi nyata. Bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai stakeholders, " ujar Bagong dalam pernyataan tertulis kepada Koran Jakarta, Selasa (23/2).

Berbarengan dengan kegiatan tersebut APPI menyerahkan APD dari Ditjen Pengelolaan Sampah dan Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI kepada 15 pemulung di wilayah Sumberjaya.

Menurut Bagong, kegiatan pelatihan dan advokasi pengelolaan sampah pada anggota masyarakat yang menekuni pekerjaan ini, seperti pemulung, tukang sortir, sopir pengangkut sampah, pelapak dan lain sebagainya.

Selama ini, kata Bagong, mereka bernafkah dan melangsungkan kehidupan dari sampah. Sampah sebagai sumber kehidupan. Mereka disebut sektor informal, bekerja tanpa perlindungan dan jaminan hukum, asuransi, keamanan kesehatan, dll. Sektor informal persampahan riskan dan rawan jaminan kehidupan.

Pada momentum, Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021, APPI, KPNas, Koalisi KAWALI Jawa Barat dan Bekasi Raya, GAPINDO), Jajaka Nusantara dan TPS 3R Nurul Hikmah meminta kepada pemerintah pusat dan kabupaten/kota memperkuat kerja-kerja pemulung.

"Pemulung dan sektor informal telah berpuluh-puluh tahun memberi bakti nyata dalam pengelolaan sampah sistem 3R (reduce, reuse, recycle) di negeri ini. Dari kegiatan 3R itu mampu menciptakan lapangan kerja dan memperbesar industri daur ulang di Indonesia," jelasnya.

(emh/P-5)
Redaktur : M Husen Hamidy

Komentar

Komentar
()

Top