Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lemhannas Dorong Budaya Politik Masyarakat

📅 Kamis, 03 Okt 2024, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lemhannas Dorong Budaya Politik Masyarakat Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Plt. Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI Eko Margiyono memberi sambutan dalam Seminar Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Jakarta, Rabu (2/10).

JAKARTA - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengoptimalkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan budaya politik di Indonesia melalui Seminar Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII.

"Saya berharap seluruh peserta aktif dan berpikir kreatif agar dapat memberikan gagasan reflektif tentang kondisi terkini," ujar Plt. Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI Eko Margiyono ketika memberi sambutan dalam Seminar Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Jakarta, Rabu (2/10).

Letjen TNI Eko mengatakan bahwa seminar tersebut akan membuahkan naskah yang akan diberikan kepada pembuat kebijakan. Naskah seminar itu merupakan cerminan produk rekomendasi kebijakan publik yang telah melalui proses konsultasi publik.

Dengan mengajak masyarakat untuk bersikap aktif dan kritis melalui kegiatan serupa, dia meyakini dapat meningkatkan budaya politik di Indonesia menjadi partisipan.

Adapun yang dimaksud dengan budaya politik partisipan adalah budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Masyarakat tidak hanya sadar akan hak dan kewajiban politik mereka, tetapi aktif terlibat dalam proses politik.

Eko menyayangkan fenomena yang selalu muncul selama penyelenggaraan pemilihan di Indonesia seperti isu politik uang, dinasti politik, hingga maraknya disinformasi isu-isu. "Hal itu membuktikan bahwa dukungan masyarakat untuk peningkatan budaya politik dalam demokrasi masih rendah," ucap Eko.

Kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan budaya politiknya, lanjut Eko, akan mengalami benturan bila masyarakat bersifat pragmatis dan berperilaku serbainstan.

Eko menilai perilaku tersebut akan memengaruhi perilaku politik, baik di tingkat elite maupun masyarakat. "Lahirnya pemimpin yang berintegritas sulit diwujudkan jika pragmatisme politik terus dibiarkan," kata Eko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.