Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lansia Diingatkan agar Terapkan Pola Hidup Sehat 'Cerdik'

📅 Minggu, 13 Agu 2023, 23:04 WIB | Oleh:
Lansia Diingatkan agar Terapkan Pola Hidup Sehat 'Cerdik' Doc: Istimewa
Ket. Seminar kesehatan yang diselenggarakan Alumni SMAN 8 tahun 1982, di Depok, Sabtu (12/8).

DEPOK - Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, Kemenkes, Arianti Anaya mengingatkan agar kelompok lanjut usia atau lansia yang jumlahnya hampir 11 persen atau 29,5 juta jiwa dari seluruh penduduk Indonesia yaitu 275 juta orang, untuk menerapkan pola hidup sehat yang disingkat "Cerdik". Penerapan pola hidup sehat supaya di usia lansia ini menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

"Kegiatan atau pola hidup sehat Cerdik itu cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, kelola stress," ujar Arianti ketika membuka seminar kesehatan yang diselenggarakan Alumni SMAN 8 tahun 1982, di Depok, Sabtu (12/8). Seminar bertema Kiat Hidup Sehat di Usia Emas ini dipandu alumni sekolah tersebut, Suradi.

Menurut siaran persnya, seminar dalam rangka menuju Reuni Akbar ke-65 tahun SMAN 8 Jakarta itu dilakukan secara hybrid dengan menghadirkan nara sumber Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Ngabila Salama, dokter ahli jantung, Berlian Idris, dan Dewan Penasehat Dokter Alumni Smandel (DAS) yang sehari-hari praktik di RS Tugu Ibu, Cimanggis, Depok, Setia Pribadi.

Dirjen Arianti lebih lanjut mengemukakan untuk mewujudkan lansia smart, perilaku hidup sehat harus dimulai sejak muda. Karena itu, dia meneyebutkan sejumlah tips. Mendekatkan diri pada Tuhan, diet seimbang, teratur memeriksa kesehatan, memelihata kesehatan gigi dan mulut, melakukan aktivitas fisik, tidak merokok, dan tidak minum minuman keras, mengembangkan hobi, istirahat, dan mengasah otak.

Menurut Dirjen Nakes ini, secara alamiah, para lansia akan mengalami penurunan fungsi tubuh, seperti kekuatan tubuh, daya ingat, pendengaran, penglihatan, keseimbangan, kekebalan, tubuh, dan fungsi pencernaan. Seringkali, penurunan fungsi tubuh ini berpotensi menimbulkan penyakit pada lansia yang umumnya tekakan darah tinggi, hipertensi, diabetes mellitus, stroke, penyakit paru-paru obstruktif (PPOK), penyakit jantung koroner, pengeroposan tulang, depresi, demensia/pikun.

Karena itulah dalam kesempatan ini, Dirjen Nakes Arianti mengungkapkan program kesehatan lanjut usia yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia, agar sehat, mandiri, aktif dan produktif serta berdaya guna bagi keluarga dan masyarakat, dengan pendekatan siklus hidup. Program ini terdiri atas pralansia dan lansia sehat dengan promotif dan preventif yakni skrining/deteksi dini pada lansia, dan pemberdayaan lansia.

Sedangkan untuk lansia sakit, kata Dirjen Nakes, pemerintah punya program promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif yaitu pelayanan kesehatan di Puskesmas (FKTP) yang santun pada lansia, rumah sakit dengan pelayanan geriatri terpadu termasuk rujukan, Perawatan Jangka Panjang/Long Term Care (PJP/LTC) bagi lansia, dan Pelayanan Minimum Kesehatan Lansia (PMKL) pada situasi bencana / krisis kesehatan.

Paradigma Sehat

Sementara itu Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Ngabila Salama dalam paparan berjudul Paradigma Sehat untuk Cegah Sakit, Sehat Fisik dan Mental agar Hemat, Bugar, Produktif, Bahagia juga menguraikan berbagai penyakit yang berpotensi menerpa para lansia dan bagaimana cara pencegahan efektif yang dapat dilakukan.

Menurut alumni SMAN 8 tahun 2007 ini, yang disebut sehat itu adalah sehat fisik dan mental, karena itu para lansia juga harus memahami soal ini agar secara fisik dan mental terus sehat, seperti sudah diungkapkan Dirjen Nakes.

"Dalam konteks ini saya berkeinginan agar paradigma hidup sehat itu diubah dengan mendahulukan pencegahan, bukan pengobatan," kataya.

Dalam paparannya, dokter Ngabila mengingat bagaimana saat musim pancaroba ini, kita semua berusaha untuk mencegah penyakit dengan cara memakan dan meminum yang bersih, menjaga kebersihan lingkungan, mium air putih yang cukup, melakukan vaksinasi dan juga perlindungan diri dengan imunisasi.

Dokter Setia Pribadi yang masuk kelompok lansia karena sudah berusia 65 tahun dan masih aktif melakukan kegiatan fisik yang rutin seperti jalan, sepeda, renang, dan naik gunung ini mengatakan, usia emas adalah masa yang berharga, dan dengan perawatan yang tepat, dapat menghadapinya dengan optimisme dan kualitas hidup yang tinggi.

"Usia emas adalah periode kehidupan yang umumnya mencakup usia 50 tahun ke atas. Ini adalah tahap yang menandai perubahan fisik, mental, dan emosional dalam kehidupan seseorang. Meskipun mungkin ada tantangan, tetapi ini juga bisa menjadi masa yang penuh potensi dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup," kata dokter yang akrab disapa Acing ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.