Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tanpa Pembenahan Fiskal, Rupiah Bakal Makin Jeblok

📅 Senin, 29 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tanpa Pembenahan Fiskal, Rupiah Bakal Makin Jeblok Doc: ISTIMEWA
Ket. Bank indonesia (BI)

JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus bekerja ekstra keras melakukan terobosan kebijakan guna mencegah kurs rupiah terdepresiasi semakin dalam. Hal itu penting karena pelemahan rupiah merupakan inflasi langsung yang nyata dirasakan masyarakat.

Bukan sekadar angka statistik yang disajikan secara periodik oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tetapi oleh sebagian kalangan kurang dianggap valid karena hanya sekadar utak-atik angka saja, jauh dari realita yang dirasakan masyarakat banyak.

Para pemimpin pun seperti Menteri Keuangan dan jajaran pimpinan Bank Indonesia (BI) sebaiknya tidak membuat pernyataan yang terkesan kurs rupiah melemah sebagai sesuatu yang wajar seperti yang dialami negara-negara lain.

Apalagi dalam berbagai kesempatan, para decision maker di sektor keuangan kerap membandingkan pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) masih lebih baik dibanding dengan negara-negara lain, padahal sudah terdepresiasi lebih dari 5 persen hanya dalam empat bulan.

Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, saat diminta pandangannya di Jakarta, Minggu (28/4), mengatakan statement yang disampaikan para pejabat itu sengaja menggiring opini publik. Terperosoknya rupiah seakan-sakan karena dampak eksternal, yaitu ketidakpastian ekonomi global dan sinyal Bank Sentral AS, Federal Reserve yang menahan penurunan suku bunga acuan Fed Fund Rate, karena target inflasi 2 persen sulit tercapai.

Padahal, masalah yang fundamental membuat rupiah jatuh karena kegagalan membuat kebijakan yang bisa memperkuat perekonomian nasional saat ekonomi global lesu, terutama mengupayakan kemandirian pangan dan energi, serta mengurangi kebergantungan pada komoditas impor.

Dia mencontohkan kurang seriusnya pemerintah mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) dan memacu produksi pangan dalam negeri yang membuat kebergantungan pada impor masih sangat besar. "Ketika harga pangan dan energi di dunia melonjak maka subsidi APBN untuk dua sektor tersebut naik drastis," kata Achmad.

Dia pun meminta BI memperkuat nilai tukar rupiah bukan hanya melalui intervensi pasar, tetapi melalui pembenahan struktural yang akan memperbaiki ekonomi dari dalam. Melalui pendekatan yang lebih holistik dan fokus pada kekuatan internal ekonomi, Indonesia dapat membangun fondasi yang lebih kokoh untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan.

Achmad mengatakan kalau tidak serius membenahi tingkat suku bunga dan fiskal, nilai tukar rupiah tidak akan menguat secara berkelanjutan, malah makin jeblok. Untuk aspek fundamental ekonomi, Indonesia memerlukan serangkaian reformasi yang mendalam.

"Upaya ini harus dengan serius dilakukan, karena jika tidak, cadangan devisa Indonesia tidak akan mencukupi untuk mengintervensi dollar AS yang sudden flight," katanya.

Menyikapi pelemahan rupiah seminggu terakhir, dia memperkirakan cadangan devisa sudah tergerus 2,6 miliar dollar AS menjadi 137,8 miliar dollar AS per akhir April 2024.

Dia juga mendorong pemerintah untuk melakukan serangkaian diversifikasi pembiayaan pembangunan ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri baik jangka pendek maupun jangka panjang.

"Kurangi ketergantungan pada dollar karena kenaikan rupiah saat ini benar-benar memberatkan masyarakat, inflasi di masyarakat nyata adanya," katanya.

Utang dan impor, menurut Achmad, sangat membebani anggaran negara dengan pembayaran bunga yang besar sehingga membatasi kemampuan pemerintah untuk berinvestasi dalam pembangunan ekonomi domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.