Korsel Dilibatkan Bangun 'Immersed Tunnel' di IKN
📅 Kamis, 08 Agu 2024, 00:01 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga mengungkapkan pembangunan terowongan bawah laut atau (immersed tunnel) di Ibu Kota Negara atau IKN akan dikerjasamakan dengan Korea Selatan (Korsel).
"Infrastruktur immersed tunnel tersebut akan dibangun di Jalan Tol Akses IKN Segmen 4A dan 4B. Di sini ada rencana pembangunan immersed tunnel yang rencananya dikerjasamakan dengan pemerintah Korea Selatan," ujar Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga, Wida Nurfaida, di Jakarta, Rabu (7/8).
Sebagaimana diketahui, pembangunan immersed tunnel disiapkan untuk menjadi bagian dari Seksi 4 Jalan Tol IKN. Pembangunan immersed tunnel sesuai dengan konsep forest city yang diusung oleh IKN Nusantara.
Seperti dikutip dari Antara, Kementerian PUPR bisa saja membuat jembatan, namun dalam konteks menjaga lingkungan maka yang diutamakan adalah pembangunan immersed tunnel agar pengguna jalan tol dapat menyeberangi Teluk Balikpapan di ujung jalan tol ketika menuju Kawasan KIPP IKN Nusantara.
Wida mengatakan pemerintah ingin melindungi bekantan, fauna, dan flora endemik lainnya yang ada di sekitar Teluk Balikpapan. Untuk itu, Kementerian PUPR tidak akan membangun jembatan yang secara fisik mengubah morfologi lingkungan, melainkan mencoba untuk membangun immersed tunnel seperti di Geoje, Busan, Korea Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Contoh penerapan teknologi immersed tunnel ini sudah diimplementasikan di banyak negara seperti terowongan Fehmarn di Eropa dan Geoje, Busan di Korea Selatan. Teknologi immersed tunnel merupakan metode yang umumnya digunakan untuk menggantikan jembatan yang melalui wilayah perairan yang lebar.
Menurut Wida, berdasarkan Lampiran UU No 3 Tahun 2022 tentang Rencana Induk IKN, prinsip dasar pengembangan kawasan dalam IKN didasarkan pada prinsip pembangunan IKN yang mengedepankan alam, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.
Konsep Berkelanjutan
Sebaiknya Anda baca juga:
Perencanaan IKN, tambah Wida, dijalin dengan konsep berkelanjutan untuk menyeimbangkan ekologi alam, lingkungan terbangun, dan sistem sosial secara harmonis.
Wida mengatakan prinsip dasar pengembangan IKN juga menjaga kemungkinan buruknya dampak urbanisasi serta cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana, seperti banjir dan kekurangan air baku.
Oleh karena itu, prinsip dasar pengembangan Kawasan IKN akan memadukan tiga konsep perkotaan, yaitu IKN sebagai kota hutan atau forest city, kota spons atau sponge city, dan kota cerdas atau smart city.
Selain itu, Wida mengungkapkan jalan tol akses IKN untuk menghubungkan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan bandara pada tahun 2030.
"Secara sistem jaringan jalan yang sudah dilaksanakan, khususnya untuk jaringan jalan tol, akses ini adalah mengkoneksikan waktu kurang dari 50 menit dari koneksi transit ekspres dari KIPP sampai dengan ke bandara strategis di tahun 2030," ujar Wida.
Saat ini, lanjutnya, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga telah melaksanakan beberapa pekerjaan jalan tol di dalamnya. Secara akses Bina Marga menyambung dari Bandara Sepinggan, ini merupakan seksi 1 yang disebut sebagai segmen Bandara Sepinggan, langsung terkoneksi dengan Tol Balikpapan-Samarinda yang sekarang sudah terbangun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!