Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korsel Akan Perluas Dana Perawatan Darurat di Tengah Aksi Mogok Dokter

📅 Rabu, 08 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel Akan Perluas Dana Perawatan Darurat di Tengah Aksi Mogok Dokter Doc: ANTARA/Lee Sang-ho/Xinhua
Ket. Para petugas medis sedang menjalankan tugas mereka di sebuah rumah sakit di Daegu, Korea Selatan, pada 15 Maret 2020.

Seoul - Pemerintah Korea Selatan akan memperluas dukungan keuangan untuk layanan perawatan darurat selama satu bulan lagi karena pemogokan besar-besaran oleh dokter pelatihan telah mengganggu layanan kesehatan di rumah sakit besar selama hampir tiga bulan.

Menteri Kesehatan Cho Kyoo-hong pada Selasa menuturkan pemerintah telah menyuntikkan 190 miliar won (Rp2,2 triliun) per bulan dari sistem asuransi kesehatan nasional sejak Februari untuk mendukung operasi di ruang gawat darurat dan meningkatkan kompensasi bagi dokter darurat.

Beberapa profesor kedokteran yang merupakan dokter senior di rumah sakit-rumah sakit besar telah memperingatkan bahwa mereka akan mengambil cuti selama satu pekan pada bulan ini.

Hal itu sebagai bentuk protes jika pemerintah secara resmi mengonfirmasi rincian penerimaan mahasiswa kedokteran untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran yang menyebabkan sebuah isu pelik yang memicu pemogokan.

Cho menyerukan para profesor kedokteran untuk menghentikan tindakan kolektif yang direncanakan, sambil memperbarui janji untuk mencapai reformasi medis. Pemerintah akan mengerahkan lebih banyak dokter militer untuk mengisi kekosongan layanan medis yang terkena dampak pemogokan.

Sekitar 12.000 dokter peserta pelatihan telah meninggalkan rumah sakit sejak 20 Februari sebagai protes terhadap rencana penambahan jumlah mahasiswa kedokteran sebanyak 2.000 orang. Akibatnya, perawatan medis tertunda dan beberapa ruang gawat darurat membatasi sebagian perawatan terhadap pasien yang sakit kritis.

Dalam sebuah pernyataan, Asosiasi Profesor Medis Korea mengkritik pemerintah karena tidak cukup menyimpan catatan notulen rapat mengenai reformasi medis, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa notulen tersebut mungkin tidak ada.

Pemerintah sebelumnya mengakui bahwa risalah pertemuan mengenai masalah medis dengan Asosiasi Medis Korea (KMA) tidak dicatat, sesuai kesepakatan.

Sebaliknya, pemerintah berjanji untuk menyerahkan notulen rapat komite terpisah mengenai kebijakan kesehatan yang melibatkan perwakilan dari kelompok masyarakat.

Menanggapi itu, Wakil Kedua Menteri Kesehatan Park Min-soo pada konferensi pers terpisah mengatakan pemerintah telah transparan dalam mengelola komite dan badan konsultasi terkait peningkatan kuota sekolah kedokteran.

Park juga menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan upaya untuk secara terbuka menyampaikan hasil pertemuan dengan KMA yang tidak tercatat, termasuk menyampaikan pidato pembukaan kepada publik dan mengadakan konferensi pers bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

50 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.