Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Kondisi El Nino 2023 Tunjukkan Emisi dari Karhutla Menurun 69,75 Persen Dibanding 2019

Foto : Istimewa

Persiapan operasi teknologi modifikasi cuaca sebagai upaya pencegahan karhutla.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Berdasarkan data pemantauan hotspot di provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari tahun 2019-2023, El Nino menjadi salah satu faktor yang berdampak signifikan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tahun 2023 dengan kondisi El Nino emisi gas rumah kaca mengalami penurunan sebesar 69,74% dibanding tahun 2019.

"Pemantauan hotspot dari 1 Januari sampai dengan 15 Februari 2024 dibandingkan dengan 2023 pada periode yang sama terjadi kenaikan jumlah hotspot sebanyak 29 titik bila dibandingkan dengan 2023. Rencana pencegahan karhutla di tahun 2024, patroli terpadu akan dilaksanakan di 340 desa," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI),KLHK, Laksmi Dhewanthi ketika memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Karhutla 2024 yang dipimpin Menteri LHK, Siti Nurbaya, akhir pekan ini.

Menurut siaran persnya, Laksmi mengatakan, kegiatan pemadaman darat yang dilakukan pada tahun 2023 dilakukan sebanyak 3.946 untuk luas areal terbakar kurang lebih 27.546 hektare dan intensitas pemadaman tertinggi terjadi di Kalimantan Barat dengan kegiatan pemadaman sebanyak 956 kali di tahun 2023.

Laksmi menyebutkan, rencana operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya pencegahan akan dilaksanakan di 6 provinsi rawan karhutla yaitu di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan dengan total durasi pelaksanaan 143 hari.

"Jadi, pelaksanaannya nanti melibatkan seluruh instansi terkait meliput KLHK, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan mitra kerja swasta," kata Laksmi.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Marcellus Widiarto

Komentar

Komentar
()

Top