Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenangan Strategi Gerilya

📅 Jumat, 29 Des 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Kemenangan  Strategi Gerilya Doc: afp/ CESAR MANSO

Pada Perang Semenajung, Napoleon tahu bahwa kekalahan di Spanyol bukanlah suatu pilihan karena seluruh kerajaannya didasarkan pada keberhasilan militernya. Maka ia pun lalu memutuskan untuk memimpin tentara Prancis sendiri.

Pada musim gugur tahun 1808, Napoleon menyapu Pyrenees dengan Armée d'Espagne barunya, yang terdiri dari 278.000 orang.

Serangan Napoleon bergerak sesuai kecepatan dan dalam waktu satu bulan, ia telah mengalahkan Spanyol dalam serangkaian pertempuran di Espinosa de los Monteros dan Gamonal (keduanya pada 10 November), Tudela (23 November), dan Somosierra (29-30 November).

Pada 4 Desember, Napoleon dengan penuh kemenangan memasuki Madrid, mengembalikan otoritas Prancis, dan membongkar sisa-sisa Ancien Régime Spanyol. Napoleon kemudian mulai menaklukkan seluruh negeri.

Marsekal Jean Lannes dikirim untuk mengawasi Pengepungan Kedua Zaragoza (19 Desember 1808 hingga 20 Februari 1809), yang menghasilkan kemenangan Prancis. Jumlah korbannya tidak main-main 10.000 orang Prancis dan 54.000 orang Spanyol. Dua pertiga di antaranya adalah warga sipil.

Prancis juga mendapatkan kembali kendali atas sebagian besar Spanyol tengah dan utara, ketika Napoleon sendiri memimpin 80.000 orang untuk mengejar tentara Inggris pimpinan Sir John Moore. Meskipun ia sangat ingin memimpin dalam menghadapi Inggris di pertempuran, berita agresi Austria memaksanya kembali ke Paris, dan komando tentara diberikan kepada Marsekal Jean-de-Dieu Soult.

Napoleon sendiri tidak pernah kembali ke Iberia dan sebaliknya mempercayakan upaya perang kepada para marsekalnya. Hal ini ternyata menjadi kesalahan karena mereka terus-menerus berselisih satu sama lain dan sering kali gagal mengkoordinasikan kampanye.

Di tengah kondisi ini Napoleon masih percaya, tidak akan sulit untuk menaklukkan kembali Iberia dan memerintahkan Soult untuk melancarkan invasi lagi ke Portugal.

Namun Perang Semenanjung terkenal karena menonjolnya perang gerilya atauguerrilladalam bahasa Spanyol. Dalam perang gerilya ini, antara 35-50.000 partisan Spanyol dan Portugis turun ke pegunungan, dan dari sana mereka melancarkan serangan terhadap konvoi dan jalur komunikasi Prancis.

Pedesaan yang bergunung-gunung kondisi sempurna untuk penyergapan, yang berarti bahwa detasemen dan utusan Prancis sering kali menjadi korban serangan mendadak. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

57 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.