
Junta Lancarkan Serangan ke Desa Pejuang Anti-Kudeta
Sejumlah warga berupaya memadamkan api usai terjadi serangan udara junta yang menyasar pasar di sebuah desa dekat Kota Singu di wilayah Mandalay pada Jumat (14/3) sore. Akibat serangan udara itu dilaporkan sedikitnya 12 orang tewas.
Foto: AFPLETPANHLA – Sebuah serangan udara junta Myanmar di sebuah desa yang dikuasai oleh pejuang anti-kudeta telah menewaskan sedikitnya 12 orang menurut seorang pejabat administrasi setempat, yang mengatakan pemboman itu menargetkan wilayah sipil.
Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta 2021 yang telah menjerumuskan negara itu ke dalam perang saudara yang pecah dan para analis mengatakan junta yang diperangi semakin menggunakan sering serangan udara untuk menargetkan warga sipil.
Serangan udara ada Jumat (14/3) sore itu menghantam Desa Letpanhla sekitar, 60 kilometer utara kota terbesar kedua di negara itu yaitu Mandalay. Desa di Kota Singu itu selama ini dikuasaioleh Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) - gerilyawan anti-kudeta yang mengangkat senjata setelah militer menggulingkan pemerintah sipil negara itu empat tahun lalu.
“Banyak orang terbunuh karena serangan udara junta menjatuhkan bom di daerah yang ramai,” kata pejabat administrasi setempat, yang meminta jati dirinya dirahasiakan, pada Sabtu (15/3). “(Serangan) itu terjadi pada saat orang pergi ke pasar,” imbuh dia seraya menambahkan bahwa pihaknya mencatat ada 12 orang tewas dalam serangan itu.
Pihak pejuang anti-kudeta lokal melaporkan ada 27 korban jiwa akibat serangan udara junta itu. Sementara pihak juru bicara junta tidak dapat dihubungi untuk memberikan pernyataan terkait serangan udara ini.
Jumlah serangan udara militer terhadap warga sipil telah meningkat dari tahun ke tahun selama perang saudara, menurut organisasi nirlaba Lokasi Konflik Bersenjata dan Data Acara (ACLED), dengan hampir 800 terjadi pada tahun 2024.
Angka itu lebih dari tiga kali lipat tahun sebelumnya dan ACLED memperkirakan junta akan terus bergantung pada serangan udara karena militer di darat kewalahan melawan pemberontak.
“Militer akan bertahan dalam serangan udara tanpa pandang bulu terhadap daerah-daerah berpenduduk sipil dalam upaya untuk merusak basis dukungan oposisi dan menghancurkan moral mereka,” kata ACLED pada Desember lalu. AFP/I-1
Berita Trending
- 1 Negara Paling Aktif dalam Penggunaan Energi Terbarukan
- 2 Pemko Pekanbaru Tetap Pantau Kebutuhan Warga Terdampak Banjir
- 3 Empat Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Kapuas Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
- 4 Wakil Ketua DPR lepas 100 bus Mudik Basamo ke Sumbar
- 5 Produktivitas RI 10 Persen di Bawah Rata-Rata Negara ASEAN
Berita Terkini
-
Pembahasan Pasal-pasal RUU TNI Transparan
-
Otirita IKN Sebut AIIB Melihat IKN sebagai Proyek Strategis dan Berpotensi Besar
-
Revisi UU Sisdiknas Jangan Terpengaruh oleh Dinamika Politik, Kebijakan Jangan Terjebak Tren Sesaat
-
Pemerintah Percepat Pengangkatan CPNS 2024 dan PPPK, tapi Tetap Didasarkan Meritokrasi
-
Polres Batang siapkan skema rakayasa arus mudik cegah kemacetan