Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Sekolah Tatap Muka, Vaksinasi Minimal 70 Persen

📅 Minggu, 15 Agu 2021, 19:51 WIB | Oleh:
Jelang Sekolah Tatap Muka, Vaksinasi Minimal 70 Persen Doc: ISTIMEWA
Ket. syarat PTM

JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 bagi warga sekolah harus mencapai 70 persen sebelum menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kondisi ini melihat adanya program vaksinasi anak usia 12-17 tahun. Demikian masukan dari Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Retno Listyarti, di Jakarta, Minggu (15/8).

"Sekolah atau madrasah harus dipastikan mencapai minimal 70 persen vaksinasi warga sekolah. Sebab sudah ada program vaksinasi anak usia 12-17 tahun," ujarnya. Dia menyebut, belum ada revisi aturan untuk menyaratkan PTM digelar, minimal 70 persen warga sekolah sudah divaksin.

Retno menjelaskan, dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri pun hanya mengatur vaksinasi guru dan tenaga kependidikan sebagai syarat menggelar PTM. Padahal, sesuai dengan ketetapan WHO,kekebalan kelompok terbentuk, jika minimal 70 persen penduduk sudah divaksin.

"Kalau hanya guru yang divaksin, maka kekebalan komunitas belum terbentuk. Sebab jumlah guru hanya sekitar 10 persen dari siswa," jelasnya. Lebih jauh Retno mengatakan, vaksinasi anak belum merata di berbagai daerah. Menurutnya, tidak sedikit anak ingin divaksin, tapi belum ada kesempatan.

Dia menyebut survei KPAI terkait Persepsi Peserta Didik Tentang Vaksinasi Anak usia 12-17 tahun. Dari 86.286 responden, sebesar 88,2 persen yakin divaksin. Sedangkan yang ragu-ragu ada 8,5 persen, dan yang menolak divaksin hanya 3,3 persen responden.

Dari 88,2 responden yang bersedia vaksinasi, baru 35,9 persen beruntung mendapat vaksin. "Sedangkan sisanya belum divaksin," jelasnya.

Pastikan

Pemerintah pusat harus memastikan percepatan dan penyediaan vaksin anak yang merata di seluruh daerah. Pemerintah juga harus memaksimalkan pendekatan berbasis sekolah/madrasah untuk anak yang menolak vaksinasi.

Dalam survei tersebut, sebanyak 47,3 persen responden bersedia divaksin agar tubuhnya memiliki antibodi terhadap virus Covid-19. Sedangkan 24,3 persen menyatakan agar segera dapat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka.

"Responden menilai pembelajaran Jarak Jauh saat inidinilai kurang efektif, serta susah untuk dimengerti," tandasnya. ruf/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.