Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Jangan Kotori Agama

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Para elite mestinya memahami, terdapat ruang yang begitu luas di luar tempat-tempat peribadatan, untuk mengeksplorasi kegiatan politik. Dengan ruang yang begitu luas, diharapkan isu-isu politik tidak usah dibawa ke dalam ruang-ruang peribadatan. Biarlah ruang-ruang peribadatan menjadi tempat intim umat dengan Tuhan. Biarlah ruang-ruang peribadatan menjadi arena komunikasi umat dengan Tuhan.

Hal ini perlu ditegaskan agar ruang suci itu tidak dikotori dengan intrik-intrik yang kerap kali menyertai intensi-intensi politis, sebagaimana ditegaskan Bung Karno, seperti dikutif Buya di atas. Jadi, garis tegas ruang komunikasi politik dan relasi personal manusia dengan Tuhan diharapkan memberi gambaran yang jelas agar para elite tidak memanfaatkan agama sebagai kendaraan untuk menggaet atau memperoleh maksud-maksud politis.

Sebab sudah tak bisa disangkal, di luaran, belakangan semakin banyak orang bersembunyi di balik agama untuk membalut kepentingan-kepentingan politiknya dan bahkan guna menjatuhkan lawan-lawan politik. Langkah demikian jelas mendegradasi nilai-nilai agama itu sendiri. Agama direndahkan menjadi kendaraan politik agar intrik-intrik jahatnya terlihat legal religius, sehingga dapat mengelabuhi rakyat.

Inilah yang sekarang coba diingatkan kaum agamawan sejati agar memisahkan kegiatan politik dengan agama. Biarlah tujuan-tujuan politik berjalan sesuai dengan rel demokrasi yang telah tersedia, tak perlu menghela ayat-ayat kitab suci untuk membungkus intrik-intrik jahat. Mari menjalankan politik 100 persen dan melaksanakan religiusitas 100 persen juga dengan menempatkan tiap-tiap subjek pada gelanggangnya. Semua sudah diberi tempat sendiri-sendiri.

Komentar

Komentar
()

Top